Tue,21 November 2017


Jamasan Pusaka Tombak Kyai Turunsih Milik Pemkab Sleman

Indofakta 2017-10-20 15:25:13 Serba Serbi
Jamasan Pusaka Tombak Kyai Turunsih Milik Pemkab Sleman

SLEMAN -- Pusaka Kabupaten Sleman Tombak 'Kyai Turunsih' dijamas abdi dalem Kraton Ngayogyakarta, Jumat (20/10), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

 

Prosesi jamasan diawali dengan pengambilan tombak pusaka yang disimpan di ruang kerja Sekda Kabupaten Sleman, kemudian dibawa menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

 

KMT Condropurnomo, sesepuh abdi dalem Kabupaten Sleman, menyampaikan, jamasan semata-mata dilakukan untuk membersihkan dan menjaga benda warisan leluhur agar awet.

 

Prosesi jamasan dilengkapi dengan ubarampe: bunga setaman, menyan, jajan pasar, dan pisang sanggan. Merupakan syarat yang telah menjadi tradisi sejak nenek-moyang dahulu. Tidak diartikan sebagai sesuatu hal yang mistis, tapi lebih pada nilai filosofinya.

 

Menyan sebagai wewangian yang mendatangkan ketenangan di sekitar area jamasan. Pisang sanggan diartikan supaya abdi dalem bisa menyangga beban pekerjaannya ketika melakukan jamasan.

 

Jamasan pusaka tombak "Kyai Turunsih" dilakukan sekali setahun di bulan Suro setelah Keraton Ngayogyakarta melakukan jamasan keseluruhan pusakanya.

 

Menurut Condropurnomo, tombak "Kyai Turunsih" memiliki dhapur (pangkal) cekel beluluk Ngayogyakarta dan pamor beras wutah (wos wutah) wengkon.  Pamor wos wutah dipercaya sebagai perlambang rezeki dan sesuai dengan kondisi Sleman sebagai gudang berasnya Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Selain tombak Kyai Turunsih, Sleman juga memiliki pusaka Kyai Mego Ngampak yang merupakan paring dalem (pemberian keraton).

 

Tombak ini sebagai simbol kepemimpinan, di dalam juga terdapat dua pelita yang filosofinya pemimpin di Sleman mendapat pencerahan, luas wawasannya, bijak dalam berfikir, serta dapat mengayomi seluruh masyarakat Sleman  "Sehingga bisa toto tentrem karto raharjo,” papar Condropurnomo. (affan)

 

Berita Terkait