Tue,21 November 2017


Ketua Komnas Perlindungan Anak :SEKOLAH JAKARTA UTARA BEBAS BULLYING

Indofakta 2017-10-20 11:50:19 Nasional
Ketua Komnas Perlindungan Anak :SEKOLAH JAKARTA UTARA BEBAS BULLYING

JAKARTA -- Seluruh sekolah di wilayah hukum Administrasi Jakarta Utara wajib bebas dari "bullying". Lingkungan dan lembaga  pendidikan anak mulai dari Pendidikan Usia Dini (Paud) hingga SMA harus steril dari segala bentuk kekerasan terhadap anak, Pemerintah Jakarta Utara bertekad dan mengajak Komnas Perlindungan Anak, Palang Merah Indonesia Kantor Jakarta Utara mewakili masyarakat dan Management DAIHATSU mewakili Dunia Usaha untuk bersama-sama menjadikan seluruh lingkungan dan lembaga pendidikan di Jakarta Utara "BEBAS  dari BULLYING",  demikian disampaikan Drs. Husein Murad, M.Si Walikota Jakarta dalam acara Pembukaan Program Kampanye STOP Bullying Terhadap Anak Kamis 19/10/17  di SDN 05 Pesanggaraan Dua Jakarta Utara.

 

Pembukaan Program Kampanye Stop Bullying terhadap anak dilingkungan sekolah di Jakarta  Utara,  program kerjasama DAIHATSU dengan Komnas Perlindungan Anak dan PMI Kantor Cabang atas dukungan penuh Walikota Jakarta Utara ini mengusung missi bahwa seluruh anak dilingkungan dan lembaga pendidikan di Jakarta Utara   bebas Bullying.

 

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam sambutannya mengajak semua orangtua peserta didik, masyarakat dan Tokoh agama di Jakarta Utara, para pegiat pendidikan  untuk mendukung missi penyelamatan anak dari ancaman  segala bentuk kekerasan termasuk bullying...Tidak ada alasan untuk tidak memberikan yang terbaik bagi anak. Anak harus terjamin haknya mendapat perlindunngan dari semua komponen bangsa. Oleh sebab itu bullying terhadap anak mesti dan harus dihentikan. 

 

Sesuai dengan ketentuan UU RI No. 35 Tahun 2014 sekolah wajib menjadi lingkungan atau zona bebas dari segala bentuk kekerasan baik yang dilakukan peserta didik,  guru, pengelolah dan penjaga sekolah. Anak harus terlindungi selama menjalankan dan mengikuti proses belajar dan mengajar.

 

Oleh sebab itu, Arist menambahkan , semua anak harus terjamin haknya untuk mendapatkan rasa nyaman  selama  menjalankan kewajiban dasarnya guna mendapatkan haknya atas pendidikan.

 

Dengan dicanangkannya gerakan Kampanye Stop Bullying ini, Komnas Anak srbagai lembaga independen dibidang perlindungan anak akan merekomendasikan agar sekolah-sekolah yang menjalankan secara konsisten gerakan ini mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai sekolah ramah anak.

 

Haryanto mewakili Management Daihatsu menyambut baik program Kampanye STOP BULLYING TERHADAP ANAK  ini dan telah menjadi tekad Daihatsu pula untuk ikut dalam memberikan perlindungan  bagi Anak dari bullying. Dengan dicanangkannya program Kampanye STOP Bullying ini, "terima kasih kami sampaikan kepada Komnas Perlindungan Anak, PMI Kantor Cabang Jakarta Utara demikian juga kami berikan  kepada Walikota Jakarta Utara  serta Kepala Sekolah beserta guru-guru SDN O5 Pesanggarahan Dua yang telah bersedia dan menjadikan star awal gerakan ini dan mendukung kampanye  anti bullying ini", demikian ditambahkan Haryanto dalam sambutannya.

 

Dengan hati yang tulus, saya berikan apresiasi kepada Walikota Jakarta yang telah bersedia mendukung Program Gerakan Kampanye Stop Bullying dilingkungan sekolah di Jakarta Utara.  Saya berharap dan mendukung penuh agar program ini tidak tetjadi di wilayah Jakarya Utara, namun diharakan menjadi pilot project pada tingkat  nasional, demikian disampaikan Sabri S Ketua PMI Kantor Cabang Jakarta Utara sekaligus sebagai tokoh masyarakat senior di Jakarta Utra.

 

Acara pembukaan Kampanye STOP Bullying Terhadap Anak anak ini dihadiri dan mendapat sambutan dari  ratusan anak peserta didik SDN O5 dan ratusan orangtua murid dan dilanjutkan dengan seminar Parenting Kill bagi para orangtua murid dengan menghadirkan pembicara Arist Merdeka Sirait,  Dhanang Sasongko, Sekjen Komnas Perlindungan Anak dan Lia Latifah.( Ams/Muzer)

Berita Terkait