Tue,21 November 2017


Jamasan Tombak †Kyai Wijaya Mukti Milik Pemkot Yogyakarta

Indofakta 2017-10-20 11:33:23 Serba Serbi
Jamasan Tombak †Kyai Wijaya Mukti Milik Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti milik Pemerintah Kota Yogyakarta, dikeluarkan dari ruangan Walikota Yogyakarta untuk dilakukan perawatan. Atau, dalam bahasa Jawa, disebut dijamasi. 

 

Ritual jamasan telah digelar di halaman Air Mancur Balaikota Timoho Yogyakarta, Kamis Pahing (19/10) pagi. Selain itu, ikut pula dijamas pusaka milik karyawan Pemkot Yogyakarta.

 

Tombak Kyai Wijaya Mukti dijamasi oleh Plt. Asisten Sekda Bidang Kesra, Muh. Sarjono, SH. Pertama, tombak Kyai Wijaya Mukti diolesi dengan jeruk nipis pada bagian mata tombak. Ini, untuk membersihkan karat pada besi. Kedua, disiram air dan dikeringkan  dengan kawul. Ketiga, mata tombak yang sudah bersih kemudian diberi warangan (arsenik) dan dioles minyak cendana. 

 

Tombak Kyai Wijaya Mukti merupakan pemberian Kraton Ngayogyakarta, yang diserahkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, bertepatan hari jadi Kota Yogyakarta pada 7 Juni 2000 lalu.

 

Tombak pusaka itu dibuat pada tahun 1921, pada masa pemerintahan HB VIII. Pusaka tersebut sebelumnya disemayamkan di Bangsal Pracimosono Kraton Ngayogyakarta. Tombak Kyai Wijaya Mukti memiliki panjang keseluruhan 3 meter dengan pamor "wos mutah wengkon" dengan "dhapur kudhuping gambir", dan "landean" sepanjang 2,5 meter terbuat dari kayu walikun. 

 

Menurut KRT Gondo Hadiningrat, ketua penghageng Abdi Dalem DIY,  yang juga penghageng Tepas Panitra Pura, setiap bulan Suro semua pusaka, terutama dari Kraton Yogyakarta, dibersihkan  "Termasuk tombak Kyai Wijaya Mukti milik Pemkot Yogyakarta," tandas KRT Gondo Hadiningrat.  

 

Pembersihan atau jamasan ini bertujuan untuk memelihara benda pusaka agar tetap awet dan tidak rusak. Dan, makna filosofis dari kegiatan jamasan ini, untuk membersihkan segala hal yang kurang baik atau negatif. Juga melestarikan kebaikan, terutama dalam segi pelayanan kepada masyarakat.

 

"Supaya bisa melaksanakan apa yang diharapkan dari pemerintah agar memberikan pelayanan dan memberikan keteladanan pada masyarakat. Sehingga mencapai harapan harapan untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih luas,” papar KRT Gondo Hadiningrat.

 

Usai jamasan pusaka dilanjut makan bersama (kenduri) sebagai perlambang kebersamaan, yang dihadiri Kepala OPD dan Asisten Sekda. (*/affan)

 

Berita Terkait