Tue,21 November 2017


Soal pembunuhan biadab Karawang Kejati minta keterangan ortu korban

Indofakta 2017-10-20 04:51:43 Hukum / Kriminal
 Soal pembunuhan biadab Karawang Kejati minta keterangan ortu korban

KARAWANG  - Kasus pembunuhan biadab, irwan muhamad fazri, warga anjun, kelurahan karawang, ternyata mendapat perhatian kajagung dan ombudsman. Bahkan, kejati bandung, kamis 19/10) telah meminta keterangan ke dua orang tua korban, diduga ada kejanggalan dalam penanganan proses hukum tersebut.

             

Orang tua korban, abdullah, sh, dan herry herawati, usai diminta keterangan pihak pemeriksa aswas kejati, menjelaskan, saya bersama istri ditanya sekitar adanya dugaan kejanggalan penanganan proses hukum, atas meninggalnya anak saya. Lewat pemeriksaan itu juga, pemeriksa memperlihatkan bap pelaku dibawah umur yang sudah divonis pada persidangan sebelumnya.

               

Kata abdullah dan herry herawati, dia diminta keterangan sekitar adanya kejanggalan dibalik kasus tersebut. Sekitar kejanggalan tadi, kata herry, satu asep rukmana, sang penjemput korban tidak diperiksa baik ditingkat menyidikan, maupun penuntutan sebagaiman disebut p 21.

         

Kemudian ada barang bukti tidak dijadikan alat bukti, dan bahkan tidak diperlihatkan ke meja hijau. Dan pada persidangan pelaku pembunuh dewasa, saksi kunci di tkp bernama ibu nur tidak dihadirkan.

           

Lewat proses hukum tersebut, kata abdullah, jpu hanya berpegang kepada bap polisi. Sehingga, setelah perkaranya menjadi p 21, disinyalir ada kejanggalan tadi. 

           

Ironisnya lagi kata abdullah, pada bap polisi disertai dokumen rekontruksi penceburan anak saya ke irigasi kw4 johar, tidak terungkap siapa pelaku sebenarnya, setelah oleh 8 pelaku dibantah dan tidak diakuimya.

     

Makanya, baik pada persidangan khusus pelaku anak dan dewasa, nihil pelakunya. Padahal, menurut saksi ibu nur tadi saat berada di tkp, ada suara yang diceburkan ke sungai tadi.

       

Kepada pemeriksa, aswas kajati bandung, orang korban juga memberikan pengakuan sang penjemput anaknya yakni, asep rukmana, baik yang ditandatangani diatas segel, maupun audio visualnya. Lewat pengakuan asep rukmana tadi, ada peran pelaku yang tidak dikejar untuk dijadikan tersangka. (abdullah/jay)

Berita Terkait