Tue,21 November 2017


KEJATI JABAR PERIKSA ABDULLAH, SH TERKAIT PENANGANAN PEMBUNUHAN ANAKNYA

Indofakta 2017-10-19 20:25:19 Hukum / Kriminal
KEJATI JABAR PERIKSA ABDULLAH, SH TERKAIT PENANGANAN PEMBUNUHAN ANAKNYA

BANDUNG - Terhadap penanganan perkara atas nama Sawi Haikal Ramadhan, Dkk Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan pemeriksaan Abdullah, SH dan istri. Pemeriksaan dilakukan oleh Jaksa Bidang Pengawasan Kejati Jabar itu terkait adanya laporan Abdullah. SH ke Komnas Ombudsman pada Mei 2017 yang juga ditembuskan ke Komisi Kejaksaan.



Kehadiran Abdullah, SH dan istri di Kejati Jabar dalam kapasitasnya sebagai pelapor untuk memberi keterangan yang berhubungan dengan penanganan kasus pembunuhan. Sesuai Surat Nomor : R-1313/O.2.7/Hpu.2/10/2017 tanggal 12 Oktober 2017 perihal : Permintaan keterangan sebagai saksi, Abdullah dan istri didengar keterangannya dalam pemeriksaan internal Kejaksaan atas dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Terlapor Oknum Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Karawang dalam penanganan perkara an. Zaqi Haikal Ramadhan Bin Komar, DKK, berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor Print-464/O.2/Hpu.2/10/2017 tanggal 06 Oktober 2017.



Usai pemeriksaan, Abdullah, SH kepada indofakta online bahwa dirinya menerangkan kepada Jaksa Budi Nugraha, SH perihal laporannya tersebut. Ada 3 hal yang saya terangkan yaitu : Kurangnya Alat Bukti, Kurangnya bukti-bukti pendukung dan tidak dihadirkannya saksi kunci oleh Jaksa Penuntut Umum. " Saya heran kenapa perkara pembunuhan terhadap anak saya berkasnya bisa lengkap padahal ketiga hal tersebut belum terpenuhi, kata Abdullah, SH.



Adalah wajar bila saya menduga rekayasa (?) terhadap penanganannya, ujarnya. Pemeriksaan internal yang dilakukan oleh Kejaksaan adalah hal yang positip untuk membuat terangnya tabir kasus ini karena ada yang masih terselubung, ungkapnya.



Sebagaimana diberitakan indofakta online tanggal 8-10-2017 dengan judul berita : "ABDULLAH : SAMPAI KE LIANG LAHAT AKAN DIKEJAR DALANG PEMBUNUH" bahwa Keluarga korban pembunuhan berutal, irwan mohamad fazri, akan mengejar dalang dibalik pembunuhan anaknya sampai ke liang lahat. Ini karena, ada versi lain sekitar terjadinya pembunuhan tersebut, yang tidak melalui proses hukum. 



" anak saya sebelum meninggal terlebih dahulu dijemput, asep rukmana. Eh, selang beberapa waktu, pulang sudah menjadi mayat," kata abdullah ayah korban.



Lewat persidangan, anak saya meninggal di darat. Nah, dalang yang menceburkan mayat anak kami diduga tak tersentuh proses hukum. Kemudian orang yang membuat hoax, seolah- olah anak saya meninggal akibat bab tidak diperiksa. 



Padahal, kata abdullah, atas dasar visum yang saya tebus di rsud karawang- lah, sekujur tubuhnya luka-luka akibat hantaman benda keras. " dalang inilah yang ditenggarai sudah biasa beralibi agar luput dari polisi," kata abdullah. 



Kemudian, lanjut abdullah  ketika anak saya sudah di air irigasi kw 4 johar ada orang membakar sesuatu di tkp. Nah untuk menghilangan bb berupa pakaian anak saya, jangan-jangan pakain almarhum ikut terbakar. 



Makanya, kata abdullah, dibalik kematiannya terdapat versi lain. Di tkp anak saya tidak menggerung-gerungkan suara motor, tetapi melihat motor itu menimbulkan suara keras saat mogok kemudian ketika sudah dibenerin dan dihidupkan kabur gasnya. 



" begitu suara motor itu menimbulkan suara bising, di sekitar tkp ada orang yang merasa terganggu dan diduga menghajar pembawa motor tersebut. Bersamaan dengan kejadian itu ikut mengundang pelaku untuk mengepruk anak saya" kata abdullah. 



Anak saya, kata abdullah, karena merasa tidak punya salah dengan para pelaku, tidak melarikan diri. Sedang asep rukmana, sipenjemput dan pembawa motor tersebut berusaha melarikan diri dari tkp 



Yang menimbulkan, keanehan lagi, asep rukmana, sipenjemput anak saya meski babak belur dipukuli di tkp yang berbeda, disamping tidak disentuh pemeriksa polsek kota karawang juga tidak buka LP nya. Malah sebaliknya berusaha menghindar dengan berpindah tempat mengontrak rumah bersama ibu dan bapaknya.



Sebagai orang tua korban, akan berjuang ke lembaga hukum yang lebih tinggi lagi. Saya merasa yakin di dalam lembaga penegakan hukum di atas langit masih ada langit. " meski lelah dan jengah liat akrobat hukum, demi anak dan sebuah keadilan saya rela korbankan jiwa raga, " kata abdullah. (Y CHS/jay)

Berita Terkait