Tue,21 November 2017


KADIS PUPR KABUPATEN BANDUNG BANTAH LAKUKAN MONOPOLI ANGGARAN PJU

Indofakta 2017-10-19 15:32:40 Hukum / Kriminal
KADIS PUPR KABUPATEN BANDUNG BANTAH LAKUKAN MONOPOLI ANGGARAN PJU

BANDUNG - Adanya dugaan monopoli terhadap kegiatan PJU (Penerangan Jalan Umum) dan Kegiatan penyimpangan kegiatan di bidang pengairan dengan nilai milyaran yang disorot oleh Lsm Brantas di Kota Bandung.

 

Bantahan tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Bandung, Agus Nuria 19/10/2017). Melalui whatsappnya kepada indofakta online Agus Nuria menyatakan semua tidak benar. "Terimakasih infonya, Pa. Yan tapi itu semua tidak benar..," katanya.

 

Sebelumnya kepada indofakta online (18/10/2017), Ketua Umum Lsm Brantas, Wanwan Mulyawan menyampaikan informasi sebagai berikut : Perbuatan melawan Hukum diduga terjadi di lingkungan PUPR Kabupaten Bandung yang dilakukan oleh oknum bernama A Eselon IV dengan jabatan Kasubag, dengan cara memonopoli Anggaran PJU dan  Bronjong dan dibentuknya TIM Batman untuk melaksanakan Pemeliharaan lampu PJU. Belum lagi di bidang Pengairan yg jumlahnya sangat signifikan semua dengan cara Penunjukan Langsung

 

Uraian penyimpangannya adalah 1. PJU mekanisme yang tidak jelas dengan anggaran yang begitu besar dilakukan penunjukan langsung terhadap pihak ke tiga dengan dan dikerjakan oleh orang dalam dinas dengan alasan mempunyai sarana mobil tangga sebanyak 4 unit sehingga diduga kegiatan tersebut menjadi bancakan dengan cara meminjam bendera perusahaan dengan fee 30 persen dan sisanya diambil oleh orang dalam dinas untuk dikerjakan, padahal kita tidak tahu berapa jumlah lampu mati dan kerusakan PJU disebabkan oleh apa ? Dan jumlahnya berapa ?, tanya Wanwan. 

 

Masih menurut Lsm Brantas, Pengadaan Bronjong dilakukan oleh orang dalam sendiri dengan pola yang hampir sama. Dan yang ke 3 terkait Pengairan Paket Pekerjaan yang bernilai ratusan miliar tersebut telah diijonkan sebelumnya kepada beberapa pengusaha sehingga terjadi monopoli dengan dugaan dikerjakan oleh orang dalam sendiri dengan cara meminjam bendera perusahaan. (Y CHS).

Berita Terkait