Tue,21 November 2017


Pembinaan dan Pengembangan Produk Khas Yogyakarta

Indofakta 2017-10-18 16:11:38 Serba Serbi
Pembinaan dan Pengembangan Produk Khas Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Dalam rangka mengimplementasikan UU RI Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, diperlukan sinergi antara pelestarian budaya dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang menjadi tujuan akhir dari program pembangunan di segala bidang, khususnya di Pemda DIY.

 

Seperti disampaikan Ir Budi Antono, MSi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, sinergisitas itu harus dilandaskan pada tiga nilai dasar atau semangat keistimewaan. "Tiga nilai dasar keistimewaan itu adalah hamemayu hayuning bawana, sangkan paraning dumadi dan manunggaling kawula lan Gusti," kata Budi Antono, Rabu (18/10).

 

Dari ke tiga nilai dasar itu, menurut Budi, ada satu nilai dasar yang memberi semangat dan melandasi upaya pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Yaitu hamemayu hayuning bawana," tandas Budi Antono.

 

Menurut Budi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY akan mengadakan Festival Jogja Kota Batik Dunia dengan tema "Batik to the Moon", yang didukung pameran batik, fashion show batik, Jogja batik parade, lomba desain fashion batik trend internasional dan lomba souvenir turunan batik.

 

"Hal itu diharapkan menjadi kekuatan budaya ekonomi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga terjadi peningkatan produksi dan penjualan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta penciptaan lapangan usaha dalam rangka pengurangan kemiskinan," kata Budi Antono.

 

Bagi Budi, Festival Jogja Kota Batik Dunia merupakan ajang pameran yang menampilkan tujuh kriteria kota kerajinan dunia yang ada di Yogyakarta, meliputi nilai historis, orisinalitas, upaya konservasi melalui regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reputasi internasional dan konsistensi. (affan)

 

Berita Terkait