Tue,21 November 2017


Penghargaan Sukarelawan PMI DIY Tahun 2017

Indofakta 2017-10-18 09:51:51 Serba Serbi
 Penghargaan Sukarelawan PMI DIY Tahun 2017

YOGYAKARTA -- Sebanyak 148 orang sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) DIY menerima penghargaan dari Wakil Gubernur DIY dan Ketua PMI DIY di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (18/10). 

 

Sukarelawan itu terdiri dari Donor Darah Sukarela (DDS) 75 kali sejumlah 32 orang, sedang DDS 50 kali ada 97 orang, 5 orang pengurus PMI aktif, 3 orang mantan pengurus PMI, Korps Sukarela (KSR) 5 orang dan 6 orang Tenaga Sukarela (TSR).

 

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PMI DIY dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ORARI, RAPI dan Basarnas, dalam hal penyelenggaraan penanggulangan bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta, radio komunikasi, serta penyelenggaraan pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan, bencana atau kondisi membahayakan manusia. 

 

"Semata-mata bertujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan sesama yang disebabkan oleh bencana atau akibat ulah manusia dan kerentanan lainnya dengan tidak membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik," papar Prabukusumo. 

 

Selain itu, diserahkan pula surat keputusan Pengurus PMI DIY untuk Koordinator Forum Remaja Palang Merah Indonesia, Forum Korps Sukarela dan Forum Tenaga Sukarela PMI DIY.

 

Penghargaan kepada pengurus dan mantan pengurus dianugerahkan kepada pengurus yang telah menunjukkan pengabdiannya yang luar biasa terhadap kemanusiaan yang dilakukan tanpa mempedulikan kebebasan pribadinya untuk pelayanan kepalangmerahan. "Baik pada saat terjadinya bencana alam maupun non bencana," tandas Prabukusumo. 

 

Penerima penghargaan kategori pengurus tahun ini diberikan kepada dr. Bondan Agus Suryanto, SE, MA, AAK (PMI DIY), dr. Endang Pudjiastuti, M.Kes (PMI DIY), Sugeng Budi Setyo Purnomo (PMI Sleman), Drs. Nur Hadiyanto, M.ACC (PMI Kulon Progo), Drs. Dewantoro, SSP,MM (PMI Kulon Progo), dr. Hj. Wiwit Widyastuti, M.Kes (PMI Bantul), Sri Rejeki Arum Wahyuni (PMI Bantul), dan CB. Supriyanto (PMI Gunungkidul) . 

 

Relawan adalah pribadi yang secara sukarela mendukung dan melaksanakan kegiatan kepalangmerahan sesuai prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Untuk kategori Sukarelawan Korps Sukarela (KSR) diberikan kepada Shakirin (PMI Kota Yogyakarta), Muhammad Ridwan Azis (PMI Kulon Progo), Umi Arifah (PMI Bantul), Y. Bambang Topobroto (PMI Bantul) dan Heri Purwanto (PMI Gunungkidul). 

 

Sementara, untuk Relawan Tenaga Sukarela (TSR) diberikan kepada Tri Mulyono (PMI Kota Yogyakarta), dr. Veronika Evita Setianingrum, MPH (PMI Sleman), Suranto (PMI Sleman), Winarto (PMI Kulon Progo), Daroni (PMI Bantul), dan Riyadi (PMI Gunungkidul).

 

Penghargaan untuk kategori Donor Darah Sukarela (DDS) dianugerahkan kepada seseorang yang telah menyumbangkan darahnya melalui Palang Merah Indonesia secara sukarela tanpa menentukan orang yang memanfaatkannya dan tidak mengharapkan imbalan jasa yang dilakukan sebanyak 50 kali dan 75 kali.

 

Untuk DDS 75 kali diberikan kepada 32 orang terdiri dari 22 orang DDS dari PMI Kota Yogyakarta, 4 orang dari PMI Sleman, 3 orang DDS PMI Kulon Progo dan 3 orang DDS dari PMI Gunungkidul.

 

Sementara, penghargaan DDS 50 kali diberikan kepada 97 orang terdiri dari 64 orang DDS PMI Kota Yogyakarta, 15 orang DDS PMI Sleman, 7 orang DDS PMI Kulon Progo, 6 orang DDS PMI Bantul dan 5 orang DDS dari PMI Gunungkidul. 

 

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY, GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, mengungkapkan, penghargaan ini diberikan untuk menumbuhkan semangat, komitmen, dan pengabdian yang tinggi dalam setiap komponen PMI. "Agar PMI dapat menjadi organisasi yang profesional, aktif, cepat, tanggap, dicintai, dan melayani secara efektif kepada masyarakat," kata Prabukusumo.

 

Menurut Prabukusumo, PMI adalah organisasi berbasis sukarelawan, yang semua kegiatan utamanya dilakukan oleh sukarelawan. "Sukarelawan adalah garda terdepan dari kegiatan Palang Merah Indonesia, mulai dari yang masih muda dan belum memiliki pengetahuan sampai mereka yang sudah memiliki keahlian khusus dan sangat berpengalaman," papar Prabukusumo yang menambahkan sukarelawan tetap memiliki komitmen melayani sesama dengan sepenuh hati dan semata-mata untuk kemanusiaan.

 

Lebih lanjut dijelaskan Gusti Prabu, PMI yang menapaki usia ke-72 tahun pada 17 September 2017, melalui jaringan sukarelawan di Nusantara yang mencapai 1,5 juta orang, 4.793 orang di antaranya adalah sukarelawan dari PMI DIY. "Selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," tandas Prabusumo. 

 

PMI mendedikasikan dirinya untuk melayani masyarakat dalam pelayanan darah, memberikan bantuan saat bencana, hingga meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi bencana, pelayanan di bidang sosial dan kesehatan untuk masyarakat rentan yang membutuhkan. 

 

“Kesiapan menghadapi dan mengurangi risiko bencana harus menjadi bagian dari budaya kita agar masyarakat selalu siap siaga dan tumbuh menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana yang dapat diakibatkan oleh berbagai peristiwa dan kondisi," jelas Gusti Prabu.

 

Menurut Ketua PMI DIY, GBPH H Prabukusumo, S.Psi, didampingi Wakil Ketua Bidang Kominfo PMI DIY Andhi Wisnu Wicaksono, diseminasi nilai-nilai kemanusiaan membutuhkan dukungan yang luas. "Terutama melalui jaringan media," kata Prabukusumo yang mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari media selama ini. (affan)

 

Berita Terkait