Tue,21 November 2017


Mendesak Regulasi Baru Sarana Transportasi

Indofakta 2017-10-16 15:11:50 Politik
Mendesak Regulasi Baru Sarana Transportasi
BANDUNG - Menyikapi masih adanya konflik antara sarana transportasi konvensional dan online, Pemerintah Pusat didesak untuk segera membuat regulasi baru. Untuk regulasi baru yang dibutuhkan yaitu Peraturan Pemerintah (PP). Hal ini, diungkapkan Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jabar, Dr. Suinatra dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (16/10).

Sunatra, lebih lanjut mengatakan melihat perkembangan yang terjadi saat ini, di satu sisi sarana transportasi online juga sudah dibutuhkan oleh sebagian masyarakat. Jadi jika dilakukan pembekuan itu bukan merupakan langkah yang tepat.

Hal yang urgen dibuat saat ini, untuk mencegah konflik dalam berbagai bentuk antara transportasi konvensional dan online segera dibuat PP karena sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pihak yang berwenang dalam pengelolaan transportasi ada dibawah kendali Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan. Sementara kewenangan Pemerintah Daerah dalam sektor transportasi hanya menyangkut hal-hal yang bersifat teknis.

Menurut Sunatra ada beberapa hal yang perlu diatur dalam PP soal transportasi diantaranya seiring dengan perkembangan teknologi proses perijinan yang selama ini digunakan untuk transportasi konvensional seperti KIR secara bertahap harus dibuat melalui sistem online.

Hal yang perlu diatur dalam PP transportasi juga menyangkut besaran tarif dan pajak. Jika tarif di transportasi konvensional sudah jelas batas bawah dan batas atas, untuk sarana transportasi online juga harus dibuat mekanisme tersebut dan diungkap secara transparan.

Selanjutnya, ujar Sunatra hal lain yang dibutuhkan soal pajak yang dipungut oleh pemerintah. Dari laporan yang diterima, penarikan pajak baru ada di transportasi konvensional, sementara di transportasi online mekanisme penarikan pajak yang dipungut belum nampak dan hal itu jika sudah dilakukan harus diungkap kepada publik secara transparan. (nur)

 

 

Berita Terkait