Tue,21 November 2017


BARESKRIM MABES POLRI DIDESAK SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KREDIT FIKTIF BJB SYARIAH

Indofakta 2017-10-11 20:35:25 Hukum / Kriminal
BARESKRIM MABES POLRI DIDESAK SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KREDIT FIKTIF BJB SYARIAH

BANDUNG - Kasus kredit yang diduga fiktif yang dilakukan oleh PT Hastuka Sarana Karya saat ini sudah masuk pada Tahap penyidikan di Bareskrim Mabes Polri. Hanya saja pihak penyidik belum menetapkan siapa tersangkanya apakah Dirut PT. Hastuka Sarana Karya dan jajaran atau Mantan Dirut Bank bjb Syariah, AN dan jajarannya. Oleh sebab itu Bareskrim harus segera menetapkan para tersangka agar segera bisa diadili di Pengadilan demi tegaknya hukum dan keadilan.

 

Demikian disampaikan Lsm Monitoring Community kepada indofakta online (11/10/2017). Menurut Kandar Karnawan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kajian Hukum Lsm tersebut, pihak Bareskrim sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya bahwa kasus dengan kerugian Bank bjb Syariah sebesar Rp548, milyar itu sudah dilaporkan ke Bareskrim pada tanggal 7 September 2017 sesuai bukti Laporan : LP/910/IX/2017/Bareskrim tanggal 7 September 2017. Atas laporan tersebut, pihak Bareskrim telah melakukan pemeriksaan awal, dimana Direktur Tipidkor Bareskrim  menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sprin.Slidik/175.a/IX/2017/Tipidkor. 

 

Keterangan yang diperoleh Lsm Monitoring dari pihak Mabes Polri menyebutkan bahwa, atas dasar hal tersebut, pihak Penyidik telah melakukan Penggeledahan ke rumah bos PT. Hastuka Sarana Karya, AS, kantor perusahaan tersebut di Bandung dan Garut. Hasilnya Penyidik telah memblokir uang sejumlah tak kurang dari Rp222 milyar, mengamankan aset milik perusahaan tersebut,  beberapa unit komputer dan dokumen yang berhubungan dengan kasus tersebut. 

 

Masih menurut Kandar Karnawan, kasus tersebut berawal pada tahun 2014 - 2015 dimana pihak Direksi Bank bjb Syariah mengucurkan kredit/memberikan fasilitas pembiayaan kepada calon pembeli kios pada Garut Super Blok dengan.plafon sebesar Rp566,45 yang dibangun oleh perusahaan PT. Hastuka Sarana Karya. Dalam kerjasama tersebut diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum dimana pembayaran cicilannya macet.

 

Dalam pemberitaan indofakta online pada 23/2017, Kandar Karnawan telah menyebutkan, "Dalam proses penyaluran kreditnya terdapat persyaratan-persyaratan yang tidak BANKABLE seperti nilai agunan kredit yang tidak mencukupi untuk penyaluran kredit khususnya terhadap 161 end user Garut Super Block. Padahal berdasarkan hasil analisa yang dilakukan Bank tersebut tidak mempunyai kemampuan dan kelayakan financial yang seharusnya tetapi tetap dicairkan. Adanya indikasi end user Garut Super Block tidak pernah menerima penyaluran kredit dari Bank bjb syariah tetapi dinikmati oleh pengurus PT. Hastuka Sarana Karya.  selain itu juga terdapat indikasi end user fiktif.

 

Dalam catatan Lsm Monitoring Community diketahui bahwa Portofolio kredit PT Hastuka Sarana Karya juga bukan hanya di bank bjb syariah tetapi terdapat di bank bjb cabang garut dengan kondisi saat ini menjadi kredit bermasalah dalam proses kreditnya diindikasikan terjadi penyimpangan dan pelanggaran terhadap ketentuan bank dan OJK. 

 

Saat ditemui indofakta online (11/10/2027, Humas Bank bjb Syariah, Rizky Agung tidak mengetahui adanya pemeriksaan kasus tersebut di Bareskrim Mabes Polri. Untuk kasus tersebut bukan kapasitas dia untuk menjawabnya. "Saya ngga punya kapasitas buat jawab 
pak, " katanya saat dihubungi kembali melalui Whatsappnya. (Y CHS).

Berita Terkait