Tue,21 November 2017


SIDANG KORUPSI BANK BJB : AHLI NYATAKAN TOTAL LOSS TIDAK DIKENAL DALAM AKUNTANSI

Indofakta 2017-10-11 19:21:18 Hukum / Kriminal
SIDANG KORUPSI BANK BJB : AHLI NYATAKAN TOTAL LOSS TIDAK DIKENAL DALAM AKUNTANSI

BANDUNG -  Istilah Total loss tidak dikenal dunia akuntansi, total loss itu sesat, yang ada adalah real cost. 

Hal tersebut dikemukakan oleh Sudirman pada sidang lanjutan pemeriksaan pokok perkara Tindak pidana Korupsi bank PT. Bank Jabar Banten (bjb) di Pengadilan Tipikor Bandung (11/10/2017). Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Martahan Pasaribu, SH itu, Sudirman dalam kapasitas sebagai saksi ahli akuntansi dan auditor yang dihadirkan oleh Tim Penasehat Hukum dalam sidang lanjutan kasus kredit fiktif di bjb itu menilai, apa yang dilakukan Bank bjb sudah sesuai SOP (Standar Operasi Prosedur).
Dalam hal ini, Sudirman menyatakan, ada sebagian  data yang dimanipulasi dan direkayasa oleh pihak Koperasi Bina Usaha untuk Bank bjb. Dari sisi pihak Bank bjb sudah bekerja sesuai SOP, katanya.

Keterangan yang diuraikan ahli Sudirman adalah untuk 2 (dua) terdakwa yakni Djamal Muslim dan Arie Julianto sedangkan 4 (empat) terdakwa lainnya tidak disertakan. 

Masih menurut Sudirman, jika penyidikan kasus ini telah dilimpahkan dari Polda Jabar ke Mabes Polri, maka perlu dilakukan audit ulang di tingkat Mabes Polri. Namun kenyataannya, penyidik masih menggunakan hasil audit di tingkat Polda Jabar. 
Hasil audit itu tidak boleh di pindah-pindahkan. Jika penyidikan sudah dilimpahkan ke Mabes Polri, ya harus dilakukan audit ulang. Jadi hasil audit saat di Polda Jabar tidak boleh digunakan lagi," ujarnya. 

Korupsi pada Bank bjb telah menimbulkan Kerugian negara tak kurang dari Rp38.700.000.000,- (tiga puluh delapan milyar tujuh ratus juta rupiah).  Para terdakwa yang saat ini diadili adalah: Danis Hatmaji, SE/mantan Pimpinan bjb Cabang Sukabumi, Achmad Chandra Buana, SE.,MM/ mantan Manager Komersial Bank bjb Cabang Sukabumi, Krisna Prasuda Sitompul/Officer Kredit Bank bjb Pusat (dalam satu berkas) dan Sairi, SP.,  mantan Direktur Operasional bjb, DR.Ir. Djamal Muslim, MSi/ mantan Direktur konsumer bjb Pusat, Arie Julianto, SH.,CN/mantan Direktur Komersial (dalam berkas tersendiri) dihadapkan ke muka persidangan Tipikor Bandung.

Perbuatan mereka menurut Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Erni V. Maramba, SH.,MHum) bahwa awalnya, pada 8 Februari 2012 Danis Hatmaji bersama Arie Yulianto dan Djamal Muslim menghadiri Rapat Anggota Tahunan ( RAT) Koperasi Bina Usaha ( KBU) di hotel Pangrango Sukabumi. Acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Jabar, Achmad Heriawan, Direktur Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Kemas Danil, Dirut Alfindo Mitra Baja (AMB) Ayep Zaki itu, Djamal Muslim menyampaikan kepada Danis Hatmaji bahwa KBU dengan PT. AMB sebagai penjamin yang memilik prospek bagus dan dalam waktu dekat akan mengajukan pinjaman ke bjb. Lalu pada 20 Februari, Dindin Jalaludin selaku Ketua KBU yang berstatus Koperasi Mandiri mengajukan pinjaman ke bjb sebesar Rp45 milyar melalui Danis Hatmaji. Dalam permohonan terlampir data karyawan PT. AMB yang tidak benar serta tanpa jaminan aset fisik. 

Pengajuan pinjaman tersebut tanpa diperiksa oleh Sairi karena seluruh berkas dikuasai oleh Achmad Chandra selaku Manager Komersial dan Krisna Prasuda Sitompul selaku Officer Kredit bjb Pusat atas perintah Djamal Muslim. Setelah nya, Denis Hatmaji memerintahkan Krisna Prasuda Sitompul melakukan analisis padahal Krisna bukan pejabat Analis di Bank bjb sehingga analisis dilakukan secara tidak benar. Demikian juga Ahmad Chandra, tidak melakukan pengawasan proses survey oleh analisis yang dilakukan Krisna.

Meskipun semua proses menyalahi peraturan internal di Bank bjb, Danis Hatmaji tetap melaksanakan akad kredit kepada KBU. Pengajuan pinjaman dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama diajukan Rp45 milyar, dikabulkan Rp20 milyar dan pada Tahap kedua diajukan Rp30 milyar lalu dikabulkan Rp18.700.000.000,-  

Dari kedua pengajuan pinjaman tersebut, persyaratan tidak terpenuhi seperti jumlah karyawan PT. AMB selaku anggota KBU, tidak sesuai. Dari jumlah 700 orang yang disebut sebagai anggota, sebanyak 245 orang tidak tahu menahu data nya dipergunakan untuk mengajukan kredit ke Bank bjb serta bukan sebagai karyawan PT. AMB dan persyaratan lainnya yang berlaku di Bank bjb.

Akibat perbuatannya, para terdakwa telah memperkaya diri orang lain yaitu Ketua KBU Jalaludin. Oleh JPU mereka didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UURI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK Sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman 20 tahun pidana penjara, pidana denda dan uang pengganti sesuai kerugian yang ditimbulkan menurut hukum.(Y CHS).

Berita Terkait