Tue,21 November 2017


Jaksa Tidak Tahu Konfrontir Terdakwa Vs Polisi Batal

Indofakta 2017-10-10 18:04:14 Hukum / Kriminal
Jaksa Tidak Tahu Konfrontir Terdakwa Vs Polisi Batal

KARAWANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Karawang, mengaku tidak tahu menyusul sekitar dikonfrontirnya terdakwa dengan pemeriksa Polsek Karawang tidak jadi digelar. JPU beralasan, karena dia pada persidangan yang digelar pada pekan sebelumnya beralasan sakit, hingga memaksa sidang harus ditunda.

           

Ini diakui JPU, Wisnu, SH, diminta konfirmasinya, saat berada di Pengadilan Negeri Karawang. " Gua gak tahu masalah itu, kan gua sakit," tandasnya.

             

Menurut Jaksa Wisnu, SH, pada persidangan, Selasa (10/10) sedianya akan  membacakaan tuntutan terhadap terdakwa, Tito alias Meeng, Bambang dan Indra, juga tertunda. Ini karena ada pertimbangan teknis, dan tuntutan akan segera dibacakan pada persidangan yang sudah juga dijadualkan pada Selasa pekan depan.

         

Tampaknya Majelis hakim yang diketuai, Dwi, SH. pada sidang tersebut hanya menghadapkan tiga ke muka sidang, dengan disertai tanda ketuk palu pembuka dan ketuk palu pertanda sidang ditutup. Kemudian, majelis sudah tidak ingat lagi sekitar janjinya dimana akan mengkonfrontir, terkdakwa anak bernama Jaki, bersama saksi, RT. Komeng yang merupakan ayahnya sendiri, serta pemeriksa Polsek Karawang kota.

        

Persidangan dalam kasus pembunuhan, Irwan Muhamad Fazri, kata Abdullah, terkesan dikejar tayang, seperti sinetron dunia terbalik. Betapa tidak, sampai-sampai hakim sudah mengucapkan di muka sidang akan mengkonfrontir, terdakwa, saksi dan pemeriksa polsek tadi menjadi batal. "

       

Abdullah merasa tidak habis fikir, kenapa hakim yang tadinya kenceng menggelandang para terdakwa dan saksi, tiba-tiba menjadi kendor seperti kereta mau berhenti. Kata Abdulah ada dua  poin penting yang harus digali  lewat persidangan tersebut,  agar diketahui  pelaku yang paling aktif selaku pembunuh  saya itu dimana harus mengorek keterangan saksi Ibu Nur dan Asep Rukmana.

       

Dalam hal ini, Abdullah sebagai pencari keadilan merasa pesimis jika model persidangannya seperti ini, yang  tak ubahnya seperti sinetron dunia terbalik. Mendingan menonton sepak terjangnya, Aming agen CAI, yang meski dalam sinetron para pelaku kejahatan tersebut selalu terungkap kebenaran secara hakiki.(jay)

 

          

Berita Terkait