Tue,21 November 2017


Audiensi warga Lewikeris diwarnai adu mulut anggota Dewan dengan Korlap Aksi

Indofakta 2017-10-04 17:29:14 Serba Serbi
Audiensi warga Lewikeris diwarnai adu mulut anggota Dewan dengan Korlap Aksi

TASIKMALAYA -- Cekcok adu mulut antara ketua komisi 1 DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dan perwakilan masyarakat mewarnai audiensi warga terdampak bendungan lewikeris dengan Anggota  DPRD Tasikmalaya,Rabu (04/10/2017) siang.

 

Adu mulut dipicu hal sepele,hanya karena ketua DPRD meninggalkan ruangan untuk ke kamar kecil.

 

Adu mulut antara ketua komisi 1 DPRD Kabupaten Tasikmalaya arif rahman dengan koordinator massa Evi Hilman ini terjadi saat warga ancol Cineam, Kabupaten Tasikmalaya melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya,terkait penyelesaian ganti rugi lahan warga terdampak mega proyek bendungan lewikeris,rabu siang.

 

Ketua komisi 1 DPRD Arif Rahman ,nampak tak mampu menahan emosi saat Evi Hilman selaku koordinator massa memprotes anggota dewan yang dinilai tidak serius mendengarkan aspirasi warga,saat ketua DPRD meninggalkan ruangan untuk ke kamar kecil,sehingga audiensi di skorsing.

 

Adu mulut antara ketua komisi 1 dengan koordinator massa pun tak terhindarkan,sehingga suasana di ruang audiensi  sempat tegang.

 

Beruntung cekcok adu mulut dengan nada keras ini bisa diredam setelah ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya ,ruhimat,mengambil alih suasana dialog yang semakin memanas,dan berhasil menenangkan keduanya,sehingga tidak berakhir dengan keributan.

 

Menurut Kordinator Aksi Evi Hilman mengatakan kepada sejumlah wartawan,"dalam audiensi ini warga Desa Ancol Kecamatan  Cineam terdampak mega proyek bendungan lewikeris,meminta DPRD Kabupaten Tasikmalaya bisa memediasi dan memfasilitasi mereka dengan instansi terkait agar hak mereka yang direnggut sewenang wenang okeh pihak tertentu atas ruislah pembelian tanah bisa segera terselesaikan Ujarnya.

 

Sementara itu,ketua DPRD  Ruhimat mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait yang dimaksud masyarakat dan pihaknya juga akan membentuk tim untuk pembahasan dalam upaya penjelasan ke instansi Terkait paparnya.

 

Salah satu warga, Kuswara (45) menuturkan selama tuntutan warga belum terpenuhi tentang keterbukaan proses jual beli tanah selama itu pula masyarakat akan terus menuntut hak dan tidak akan menyerah.

 

“ meskipun berbagai upaya kami belum berhasil. Tapi kami optimis karena memiliki generasi yang akan datang, “ papar Kuswara

 

Kuswara menambahkan ada beberapa proses yang belum selesai terutama pembebasan lahan. 

 

Padahal lahan milik warga yang dijadikan proyek Leuwikeris adalah lahan pertanian. Alhasil warga harus banting setir mencari usaha lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

“ Dulu hampir seluruh warga bertani karena lahannya masih ada. 

 

Usai audiensi,perwakilan masyarakat dan anggota dewan ini pun kembali bersalaman,dan bersepakat untuk bersama sama berjuang menyelesaikan permasalahan ganti rugi lahan warga terdampak mega proyek bendungan Lewikeris. (Andri)

Berita Terkait