Tue,21 November 2017


Penerbit UMY Press Luncurkan Buku Perdana

Indofakta 2017-09-30 15:50:32 Edukasi
Penerbit UMY Press Luncurkan Buku Perdana

YOGYAKARTA -- Lembaga Penelitian, Publikasi dan  Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah meresmikan UMY Press.

 

Sebagai wadah untuk membukukan ilmu dan pemikiran dari para cendekiawan yang berkontribusi untuk masyarakat luas, maka diresmikanlah UMY Press pada Sabtu (30/9) di Ruang Konvensi Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta.

 

Disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Sukamta, MT, IPM, ini merupakan usaha UMY dalam mewujudkan visinya untuk menjadi universitas yang unggul dalam bidang kelimuan dan juga Islami. "Kami yakin untuk menjadi unggul harus rajin-rajin menulis dan berkarya," kata Sukamta.

 

Karena itu, Wakil Rektor I UMY selalu mendorong setiap tenaga pendidik di kampus UMY untuk membuat karya tulis yang berkualitas agar dapat dimasukan dalam indeks SCOPUS.

 

Karya-karya yang membangun itulah yang akan diterbitkan melalui UMY Press. Diharapkan, UMY Press ini dapat menjadi sumber input pemasukan dari luar. "Karena selain untuk membantu keuangan kampus hal itu juga dituntut oleh BAN-PT dan juga QS Stars sebagai bagian dari internasionalisasi," papar Sukamta, yang menambahkan menurut QS Stars harus ada pemasukan 70 persen di luar pemasukan yang didapat dari mahasiswa.

 

Pada kesempatan itu, diadakan peluncuran buku perdana dari Penerbit UMY Press berjudul "Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin, Studi tentang Pergerakan Muhammadiyah di Kotagede sekitar 1910-2010".

 

Buku itu merupakan medium yang sangat efektif dalam melakukan transfer pengetahuan dan pemikiran dari satu orang ke lainnya. Inilah yang dilakukan LP3M UMY untuk mengelola arus perpindahan ilmu dan pemikiran dari para cendekiawan.

 

Penerbit UMY Press berterima kasih pada Prof Nakamura yang sudah memberikan izin untuk menerbitkan kembali buku yang sangat menarik ini. Juga kepada Suara Muhammadiyah yang telah berkolaborasi. "Ke depannya dapat bekerjasama untuk menerbitkan buku-buku yang bermanfaat bagi masyarakat agar mereka menjadi generasi yang berkemajuan," ujar Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP, Ketua LP3M UMY.

 

Prof. Mitsuo Nakamura memilih "Bulan Sabit" sebagai representasi dari Muhammadiyah dan bukannya matahari. "Saya terinspirasi dari seorang peneliti Islam dari Yale University yang memiliki pemikiran yang berbeda dengan Clifford Geertz, penulis Religion of Java, yang mengatakan bahwa Islam akan meredup di Indonesia akibat bercampurnya Islam dengan aliran kebatinan yang menguat pada era Orde Baru," kata Mitsuo Nakamura yang mendapat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 22 September 2017 dan diberikan langsung Dr. Muhajir Effendy.

 

Penghargaan itu diberikan kepada Nakamura sebagai ahli dalam perkembangan dan komunitas Islam dan juga tokoh dialog antarbudaya. (affan)

 

Berita Terkait