Tue,21 November 2017


Pusat Pelayanan Jantung RS PKU Muhammadiyah Gamping Bagian dari Ukhuwah Islamiyah

Indofakta 2017-09-25 18:48:15 Kesehatan
 Pusat Pelayanan Jantung RS PKU Muhammadiyah Gamping Bagian dari Ukhuwah Islamiyah

YOGYAKARTA -- Unit Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping akhirnya dibuka secara resmi untuk masyarakat luas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi di Convention Hall Gedung OSCE Center RS PKU Muhammadiyah Gamping, Senin (25/9), ditandai penandatanganan prasasti unit penanganan cardiovascular secara bersama-sama. 

 

Gubernur DIY mengapresiasi pencapaian yang dilakukan RS PKU Muhammadiyah Gamping  "Ini merupakan sebuah momentum kemajuan dan merupakan bagian dari ukhuwah Islamiyah, di mana RS PKU Muhammadiyah sebagai tempat bagi masyarakat untuk mencari pertolongan," kata Sri Sultan HB X yang menambahkan rumah sakit harus dikelola dan diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan.

 

Rumusan ini, menurut Sultan HB X, bukan sekadar kata-kata indah formalitas belaka. "Namun benar-benar wajib untuk sebuah rumah sakit," tandas Sri Sultan HB X.

 

Lebih lanjut dikatakan Gubernur DIY, sistem pelayanan kesehatan merupakan sesuatu yang pelik. "Karena harus memadukan fungsi sosial dan bisnis," papar Sri Suktan HB X sambil menjelaskan seperti yang terjadi pada sistem BPJS yang memberikan kemudahan pada pasien, namun dapat mengakibatkan defisit dalam pengelolaan dana operasional rumah sakit.

 

"Juga pada beban dokternya karena di luar negeri seorang dokter bisa menangani sebanyak seribu pasien, namun di Indonesia angka pasien yang ditangani mencapai dua ribu lima ratus orang," kelakar Sultan HB X. "Karena itu kita membutuhkan sebuah regulasi yang dapat mengatur rumah sakit agar mampu menjalankan fungsi sosialnya."

 

Sri Sultan HB X menyebutkan, pengadaan pusat payanan jantung terpadu ini merujuk kepada aturan PP Muhammadiyah, yang menyebutkan rumah sakit pendidikan harus ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan medis, kompetensi calon dokter, dan juga sebagai wahana litbang iptek dokter. Bagi Sri Sultan HB X, rumah sakit pendidikan harus mengintegrasikan tugas struktural dan fungsionalnya. "Karena dalam dekade yang akan datang tingkat masalah penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia akan menyamai negara maju," tandas Sultan HB X yang menambahkan jantung memiliki peran yang vital bagi manusia, misalnya apakah mungkin bagi seorang pemimpin mampu memberikan keputusan apabila ia memiliki jantung yang lemah atau bagi seorang kepala keluarga untuk mencari nafkah.

 

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr H Haedar Nashir, MSi, menyampaikan selamat kepada RS PKU Muhammadiyah Gamping dan juga berterima kasih kepada Sri Sultan HB X.

 

"Atas nama PP Muhammadiyah, saya mengucapkan terima kasih kepada Sri Sultan Hamengku Bubowo X atas dukungan yang diberikan. Hingga sempat turut ikut ke Jerman untuk membahas kerjasama," kata Haedar.

 

Dan, Sri Sultan HB X mengetahui seberapa besar usaha yang dibutuhkan untuk pengadaan unit ini. "Kami juga berterima kasih kepada pihak Keraton yang sudah mendukung setiap langkah Muhammadiyah, sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga X," ujar Haedar.

 

Bagi Hardar, ini merupakan titik awal bagi UMY dan PKU dalam bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang masing-masing. "Seperti dikatakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, saya berharap RS PKU Muhammadiyah Gamping juga dapat mensosialisasikan berbagai tindakan preventif," ujar Haedar.

Di sisi lain, Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Faesol, Sp.Rad, M.Kes, menyebutkan, pengadaan unit ini merupakan sebuah angan-angan yang sudah lama dan akhirnya dapat diwujudkan.

 

Pusat pelayanan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementrian Kesehatan Jerman sejak tahun 2014 lalu, yang berkolaborasi dengan Münster University untuk mempelajari hal-hal yang perlu dilakukab untuk pengadaan unit ini. Uji kesesuaian dan uji fungsi sudah dilaksanakan oleh Universitas Indonesia (UI) Jakarta. "Ahamdulillah pusat pelayanan kita memenuhi persyaratan untuk beroperasi," terang Faesol.

 

RS PKU Muhammadiyah Gamping ini merupakan wadah pendidikan dan praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sesuai dengan amanah dari PP Muhammadiyah.

 

Kerjasama antara RS PKU Muhammadiyah Gamping ini, diharapkan Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP,  menjadi contoh bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya. "Ini bisa menjadi prototype yang dapat kita kembangkan," tandas Gunawan yang menambahkan dua amal usaha Muhammadiyah dapat bekerjasama dengan baik dalam melayani masyarakat.

 

Selain meningkatkan pelayanan PKU Muhammadiyah kepada masyarakat, dikatakan Gunawan, ini juga menjadi ladang pendidikan bagi UMY. (affan)

 

Berita Terkait