Sun,19 November 2017


APBF Tertarik Penanganan Bencana yang Dilakukan Muhammaduyah

Indofakta 2017-09-25 09:13:11 Nasional
APBF Tertarik Penanganan Bencana yang Dilakukan Muhammaduyah

YOGYAKARTA -- Asia Pasific Baptis Federation (APBF), organisasi yang menaungi gereja-gereja Kristen se-Asia Pasifik, tertarik dengan penanganan bencana yang dilakukan Muhammadiyah. Terutama, dalam menangani korban kemanusiaan seperti di Myanmar, Gaza, dan sebagainya. Makanya, mereka ingin meniru langkah Muhammadiyah dalam menangani korban bencana kemanusiaan. Tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh negara di dunia.

 

Selama ini, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi yang paling sering aktif dalam menangani korban bencana kemanusiaan di dunia. "Muhammadiyah banyak terlibat dalam menangani korban bencana kemanusiaan seperti di Rohingya, Myanmar,” kata Victor Rembeth, Ketua Disaster Resource Partnership Indonesia dan Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). 

 

Makanya, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (LPB) atau Muhammadiyah Disester Managemen Centre (MDMC) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerja sama dengan  Asia Pasific Baptis Federation (APBF) menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk teologi bencana kemanusiaan di Islamic Center Kampus 4 UAD Jl Lingkar Selatan Yogyakarta, Minggu (24/9). 

 

Kapasitas MDMC sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah Republik Indonesia untuk aksi kemanusiaan Rohingya telah memikat perhatian 100 pastor dan pendeta yang tergabung dalam APBF untuk datang ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta guna belajar manajemen penanggulangan bencana kemanusiaan, baik dalam perspektif teologi Kristen maupun Islam, khususnya fikih bencana yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. 

 

Ketua Lembaga Penangggulangan Bencana Muhammadiyah (LPB) atau  Muhammadiyah Disester Managemen Centre (MDMC), H Budi Setiawan, ST, menyambut apa yang digagas APBF. "Semoga kerja sama ini bermanfaat bagi umat manusia,” kata Budi. 

 

Di sisi lain, Rektor UAD, Dr Kasiyarno, M.Hum, mengatakan, pertemuan antara gereja Kristen dengan Muhammadiyah itu dapat saling bertukar pikiran. "Sekaligus mewujudkan kerukunan antarumat beragama," kata Kasiyarno, yang menambahkan terlebih lagi MDMC juga disupport Lembaga Amil Zakat dan Shodaqah Muhammadiyah (Lazismu) yang telah berhasil menggalang dana aksi kemanusiaan Rohingya hingga menembus angka Rp 13 milyar lebih.

 

Dikatakan Kasiyarno, atas dasar itulah MDMC dan APBF menggandeng Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Oleh karena, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) ini memiliki Fakultas Agama Islam, bahkan program studi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) menaruh minat pada kajian pendidikan tanggap bencana. 

 

Keynote speaker dalam konferensi internasional tersebut disampaikan Dr. Ross Clifford dari Morling College Australia. Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Maung Maung Yin (Director Peace Centre, Myanmar Institute of Theology), Dr. Ustadzi Hamzah (Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah), Rahmawati Husein, Ph.D (Lembaga Penangggulangan Bencana Muhammadiyah) dan Dr. Yoyo, MA (dosen S2 PAI UAD). (affan)

 

 

 

Berita Terkait