Tue,21 November 2017


Meriah, Kompetisi III The Universal Line Dance di Yogyakarta

Indofakta 2017-09-22 13:07:56 Infotainment
Meriah, Kompetisi III The Universal Line Dance di Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Dansa berderet atau tarian yang melibatkan banyak orang dan ditata dengan formasi berderet maupun melingkar, ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mempromosikan budaya Indonesia.

 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X melalui Asisten Keistimewaan Setda DIY Dr Ir Didik Purwadi, MEc, sebelum membuka Kompetisi III The Universal Line Dance bertaraf internasional di Ballroom The Rich Jogja Hotel, Jum'at (22/9).

 

Meski berkesan moderen, bagi Wagub DIY line dance merupakan salah satu olah raga yang komplit. Bukan saja bisa berolahraga dan berkesenian. "Lebih jauh lagi, kebudayaan kita bisa dikolaborasikan dengan tarian popular melalui gerakan-gerakan tari yang diiringi musik," papar Didik Purwadi ketika membacakan sambutan tertulis Paku Alam X.

 

Wagub DIY Paku Alam X menyambut baik dan mengapresiasi diadakannya kegiatan itu. "Saya berharap kepada peserta untuk bisa membawa unsur daerah, kreatif dan banyak budaya daerah yang bisa ditampilkan," kata Paku Alam X.

 

Karena banyak manfaat yang didapat, Wagub DIY berharap kepada peserta untuk mempopularkan line dance itu. "Ke depan, bisa menjadi produk budaya bangsa Indonesia karena sangat erat terkait dengan seni dan budaya Indonesia," tandas Paku Alam X.

 

Ratusan perempuan yang tergabung dalam komunitas line dance hingga Sabtu, 23 September 2017 berkumpul di Yogyakarta. Mereka berasal dari komunitas orang-orang yang suka dansa.

 

Bagi mereka, line dance praktis dan tidak perlu berpasangan seperti dansa biasanya. Dengan rutin melakukan line dance tubuh terasa bugar. Dan dalam line dance ini ada unsur olah raga, seni dan sosial.

 

Setelah sukses digelar di Jakarta (2011) dan di Bali (2015), Kompetisi Internasional Line Dance III diadakan di Yogyakarta dengan peserta dari seluruh wilayah The Universal Line Dance di Indonesia beserta cabang-cabang dan membernya serta Malaysia, Singapura, Australia dan Korea. Adapun para juri adalah Ms Joan Wong, Ms Rebecca, Mr Allen, Ms Alison, Ny Kania dan Bambang Setiawan dari Indonesia.

 

Ketua panitia, Lucy Suyadi, menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dukungan seluruh peserta kompetisi. "Mari kita semua bertekad menyukseskan kompetisi ini hingga dapat melahirkan kembali best performer of line dancers Indonesia," kata Lucy Suyadi yang menambahkan acara akan diakhiri awarding night pada Sabtu (23/9) sore hingga malam. (affan)

Berita Terkait