Tue,21 November 2017


Sumedang kekurangan Bidan

Indofakta 2017-09-20 18:02:31 Kesehatan
Sumedang kekurangan Bidan

SUMEDANG -- Apabila mengacu kepada rasio kebutuhan profesi Bidan yaitu 1:10.000 sementara ketersediaan tenaga Bidan yang terdata saat ini di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang berjumlah 720 orang, maka dipastikan jumlah tersebut masih kurang dibandingkan dengan penduduk Kab. Sumedang yang mencapai 1,2 juta jiwa.

 

Hal tersebut diterangkan Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan saat memberikan sambutannya dalam acara Wisuda Program Diploma Akademi Kebidanan Respati ke-8 Tahun Akademik 2016-2017 yang dilaksanakan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor-Sumedang, Rabu, (20/9/2017) pagi.

 

“Barusan sebelum ke sini saya sempat ngobrol dengan Kepala Dinas Kesehatan (Retno Ernawati), dan beliau mengungkapkan bahwa kalau menggunakan rasio kebutuhan profesi Bidan, Sumedang masih kekurangan Bidan sekitar 480 orang dari jumlah ideal 1.200 orang Bidan yang harus tersedia di sini (Sumedang),” kata Eka.

 

Atas dasar itu pula, dirinya mengapresiasi Akbid Respati yang telah berhasil mendidik siswanya sampai bisa mengikuti wisuda serta berhak menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan seperti yang dilakukan kepada 37 Wisudawati dan saat itu akan dilakukan pelantikan terhadapnya.

 

“Saya ucapkan selamat khususnya kepada Direktur beserta jajaran Akbid Respati yang sampai dengan saat ini telah berhasil menyelenggarakan Wisuda untuk ke delapan kalinya. Ucapan yang sama saya sampaikan kepada para Wisudawati dan tentunya keadaan seperti ini adalah saat yang membahagiakan bukan saja bagi para Wisudawati, melainkan bagi para orangtuanya juga,” ungkapnya.

 

Kepada para Wisudawati Eka pun berpesan agar mampu mengimplementasikan semua ilmu yang telah didapat selama mengikuti pendidikan, dan mempersiapkan mental dalam era persaingan global yang terjadi saat ini.

 

“Insha Allah para lulusan bisa melaksanakan tugas ke depan yang pasti akan lebih banyak tantangannya akibat implikasi dari persaingan global. Saat inilah, setelah tiga tahun mengenyam pendidikan maka tinggal implementasinya di lapangan serta mencari pekerjaan,” ucap Eka.

 

Sementara itu Direktur Akbid Respati, Teni Nurlatifah menuturkan bahwa saat ini Akademi di bawah pimpinannya telah masuk ke dalam golongan Akreditasi tipe B. Dengan demikian, maka para lulusan Akbid Respati pun telah layak untuk turut serta dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil apabila diselenggarakan pemerintah.

 

“Kami sampaikan pula dihadapan Bupati, tepatnya pada tanggal 8 September 2017 lalu Akbid Respati telah berstatus Akreditasi peringkat B, dan ini merupakan bukti bakti kami kepada masyarakat serta bagi Pemerintah Daerah,” terang Teni.

 

“Akbid Respati, lanjut Teni, telah menjadi asset pendidikan di Sumedang yang mencetak Alumni yang siap pakai. Semoga 10 tahun keberadaan Akbid Respati dapat bersinergi dengan pemerintah dalam hal pembangunan khususnya pembangunan sumber daya kesehatan,” imbuhnya.

 

Senada dengan Teni, Kasubag Kepegawaian Kopertis Wilayah 4, Atin Apiatin mewakili Direktur Kopertis Wilayah 4 mengatakan, guna meningkatkan SDM Indonesia pada umumnya, harus terjalinnya sinergi diantara pemerintah bersama lembaga-lembaga pendidikan. Sebab, menurutnya pendidikan merupakan elemen penting dalam hal pembangunan.

 

“Khusus kepada Akbid Respati, hendaknya mampu pula merespon era persaingan global dengan menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing tinggi untuk menjaga martabat bangsa. Kami pun percaya Wisudawan yang dilantik hari ini telah siap bersaing dalam persaingan global dan lapangan kerja saat ini,” tukasnya.

 

Terkait dengan pelaksanaan Wisuda yang dilaksanakan saat itu, didahului dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Direktur Akbid Respati serta pemberian cinderamata berbentuk Kujang yang diterima Bupati Sumedang.  

(hms/hgky)

Berita Terkait