Sat,23 September 2017


EDARKAN OBAT ILEGAL, RULLY PUTRA UTAMA TERANCAM HUKUMAN 15 TAHUN

Indofakta 2017-09-14 18:19:28 Hukum / Kriminal
EDARKAN OBAT ILEGAL, RULLY PUTRA UTAMA TERANCAM HUKUMAN 15 TAHUN

BANDUNG - Rully Pratama (33) harus duduk menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Bandung. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dra. Utin Syarifah mendakwa pria kelahiran Padang itu mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar. Rully pun terancam hukuman 15 tahun pidana penjara serta denda Rp1,5 milyar.

Menurut JPU Utin Syarifah (14/9/2017), warga Kelurahan Kedungdawa Kabupaten Cirebon itu awalnya dilaporkan oleh masyarakat. Petugas Balai Besar POM Bandung beserta Korwas PPNS Polda Jabar pemeriksaan beberapa saksi antara lain : Dwi Kurniasari, Lintang Kusumaatmaja dan Andi Hakim. Pada 31 Maret 2016 sekitar jam 11. Wib, bertempat di Toko Jamu Bina Sehat II Jl. Kedawung Simpang Tiga Kel/Desa Kedawung Cirebon dan Gudang Bina Sehat II di Perumahan Griya Caraka Jl. Angsana Blok C1/4 Rt. 003 Rw 008 Desa Kalikoa Kedawung Cirebon telah melakukan pemeriksaan dan interogasi kepada terdakwa. Ketika dilakukan penggeledahan di toko jamu milik terdakwa ditemukan banyak barang bukti sediaan farmasi obat tradisional seperti : Jakarta Bandung (Jakban)/obat kuat, Mekar Tanjung Sesak Nafas, Kama Sutra/obat kuat, Okura,  Tongkat Ajimat Madura, Anyaman kapsul, Afrika Black Ant dan berbagai jenis obat lainnya. Demikian juga saat diperiksa di gudang milik terdakwa terdapat berbagai jenis obat yang sama dengan jumlah lebih banyak. Semua sediaan farmasi tersebut diakui milik terdakwa.

Terdakwa sebagai pemilik atas barang sediaan farmasi tersebut dijual secara bebas dan memperoleh keuntungan tak kurang dari Rp5 juta per bulannya.  Menurut JPU sesuai dengan keterangan saksi ahli bahwa produk obat tradisional harus memiliki penandaan label kemasan yang lengkap, selain izin edar dapat dilihat dari pencantuman nomor izin yang dikeluarkan dari Balai POM RI.

Atas perbuatannya, JPU menyatakan dalam Surat Dakwaan No. Reg. Perkara : PDM - 1016/BDUNG/08/2017 tanggal 24/8/2017 bahwa terdakwa melanggar Pasal 197 jo. Pasal 106 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman 15 Tahun pidana penjara dan denda Rp1,5 milyar. Terdakwa tidak ditahan oleh Pengadilan Negeri Bandung karena JPU sebelumnya tidak menahannya. Meski tempat kejadian perkara di Kabupaten Cirebon, JPU melimpahkan perkara tersebut ke PN Bandung dengan alasan berdasarkan pada Pasal 84 ayat (2) KUHAP. (Y CHS).

Berita Terkait