Fri,24 November 2017


Ida Puspita dari KUI UAD Lolos Seleksi Beasiswa DAAD dan HRK Jerman

Indofakta 2017-09-14 15:19:57 Edukasi
 Ida Puspita dari KUI UAD Lolos Seleksi Beasiswa DAAD dan HRK Jerman

YOGYAKARTA -- Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ida Puspita, MA.Res, lolos seleksi beasiswa DAAD dan HRK Jerman untuk training manajemen kerjasama internasional.

Ida Puspita berhasil lolos menjadi salah satu dari 30 kandidat dalam seleksi program Dies-Training Course on Management of Internationalization of Higher Education Institution yang didanai oleh DAAD (German Academic Exchange Service) dan HRK (German Rector’s Conference) di Universitas Leibniz Hannover, Jerman. 

Adapun ke-30 kandidat itu, berasal dari perguruan tinggi di tiga benua: Asia, Afrika dan Amerika Latin. Salah satunya adalah UAD. Dies-Training ini adalah salah satu program beasiswa DAAD Jerman yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sejak tahun 2015. 

Pada tahun 2017 ini, delegasi dari Indonesia yang terbanyak. Yakni, ada lima kandidat: UAD, UI, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Parahyangan dan Universitas Widya Mandala.

Menurut informasi dari DAAD, ada lebih dari 100 pelamar program beasiswa ini. Dan, hanya 30 yang lolos, setelah menempuh seleksi dokumen. 

"Ini menandakan seleksi program ini cukup ketat," kata Ida Puspita, Kamis (14/9), yang menambahkan training ini berdurasi satu tahun dengan tiga gelombang. 

Gelombang pertama selama dua minggu di Hannover dan Bonn Jerman pada bulan September 2017, gelombang kedua selama satu minggu di India (bagi peserta dari Asia), Kenya (untuk peserta dari Afrika) dan Mexico (bagi peserta dari Amerika Latin) pada bulan Maret 2018. Sedangkan gelombang ke tiga di Hannover dan Berlin Jerman selama dua minggu pada bulan September 2018.

Menurut Ida, training ini bertujuan memberikan pelatihan bagi para penanggungjawab internasionalisasi di perguruan tinggi tentang strategi internasionalisasi yang efektif dan efisien, yang diharapkan dari program ini adalah salah satunya para peserta mampu menciptakan struktur organisasi kantor urusan internasional yang kuat di masing-masing perguruan tinggi serta menjadi “agent of change”. 

Dan, UAD terpilih dalam kegiatan ini, berdasarkan pengalaman UAD di kancah internasional. Kantor Urusan Internasional UAD sudah dikenal memiliki kerjasama internasional yang cukup luas dalam bentuk meningkatnya jumlah mahasiswa asing UAD dari tahun ke tahun, baik program regular maupun program pertukaran.

Secara rutin menerima hibah kerjasama internasional dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, meningkatnya beasiswa untuk mahasiswa lokal UAD untuk kuliah di institusi mitra di luar negeri baik melalui program transfer kredit maupun pertukaran pelajar, meningkatnya jumlah kerjasama penelitian dan semintar internasional UAD, meningkatnya jumlah permintaan alumni UAD untuk mengajar ke luar negeri, dan lain-lain. 

Dalam kesempatan ini, ada beberapa kegiatan yang diikuti Ida Puspita, M.A.Res. Di antaranya memberikan presentasi poster gambaran kerjasama internasional Universitas Ahmad Dahlan dan program yang akan dilaksanakan satu tahun selama mengikuti training ini. 

Ida Puspita, M.A.Res, mengatakan, ini merupakan pengalaman yang luar biasa setelah terpilih menjadi salah satu dari 30 kandidat yang lolos dari lebih 100 pelamar. "Training ini sangat bermanfaat bagi para pengelola kantor urusan internasional untuk lebih baik dalam tata kelola internasionalisasi perguruan tinggi," kata Ida Puspita. 

Dan keikutsertaan dalam training ini, juga dapat dilihat sebagai prestasi bagi KUI UAD Yogyakarta yang telah dapat disejajarkan dengan perguruan tinggi lain di level internasional yang mendapatkan beasiswa yang cukup “prestigious” yakni DAAD Jerman, untuk mempromosikan tentang kerjasama internasional UAD di level dunia. 

Manfaat lain yang didapatkan dari program ini adalah bertambah luasnya jaringan kerjasama UAD dengan perguruan tinggi lain di wilayah Asia, Afrika dan Amerika Latin serta terbuka luasnya akses untuk mendapatkan bantuan dari DAAD Jerman  "Minimal dalam hal dukungan para pakar dunia dalam internasionalisasi perguruan tinggi, baik dalam bidang student mobility, penelitian, seminar internasional dan lain-lain," tandas Ida. (affan)

Berita Terkait