Sat,23 September 2017


KEJARI BANDUNG EKSEKUSI MANTAN KEPALA DIVISI UMUM BANK BJB

Indofakta 2017-09-14 15:00:20 Hukum / Kriminal
KEJARI BANDUNG EKSEKUSI MANTAN KEPALA DIVISI UMUM BANK BJB

BANDUNG - Kejaksaan Negeri Bandung telah mengeksekusi Wawan Indrawan. Mantan Kepala Divisi Umum PT. Bank Jabar Banten (Bank bjb) itu dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi oleh dihukum oleh Mahkamah Agung RI.

 

Mahkamah Agung dalam Putusan Kasasinya melalui Register perkara Nomor : 2301 K/Pid.Sus/2016 tertanggal 26 Juli 2017, menyatakan mengabulkan upaya kasasi yang dilakukan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandung, membatalkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Bandung Nomor : 147/Pid.Sus.TPK/2015/PN. Bdg tanggal 14 Desember 2015 dan menghukum terdakwa Wawan Indrawan
secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama- sama dan dihukum selama 8 tahun pidana penjara dipotong selama masa penahanan sementara. Terdakwa juga dijatuhi hukuman pidana denda sejumlah 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) subsider selama 8 bulan kurungan.

 

Saat dikonfirmasi indofakta online di kantornya, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bandung, Muhamat Fahrorozi, SH membenarkan bahwa eksekusi telah dilakukan. "Kami telah melakukan eksekusi terhadap terdakwa Wawan Indrawan pada 11/9/2017 yang lalu. Terdakwa datang ke sini bersama pengacaranya. Setelah selesai urusan administrasi lalu di bawa ke Lapas Suka Miskin (Bandung, red). Sebelumnya juga sewaktu disidangkan di Pengadilan Tipikor terdakwa sudah ditempatkan di situ. Terdakwa mengatakan pasrah dan siap menjalani hukuman, ujar Ozi, sapaan akrab M. Fahrorozi, SH (14/9/2017). 

 

Wawan Indrawan yang dijerat perkara korupsi Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Tower dengan kerugian negara sebesar Rp217 milyar itu dibebaskan oleh Pengadilan Tipikor Bandung. Tuntutan Jaksa selama 12 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan diabaikan oleh Pengadilan tersebut melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Naisyah Kadir. SH. Padahal menurut Jaksa terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar seperti yang didakwakan dalam dakwaan subsider Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

 

Terdakwa bersalah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam proyek pembangunan gedung dengan menunjuk PT. Comtadindo sebagai pemegang tender. 

 

Perkara korupsi ini berawal saat Manajemen Bank Jabar Banten (bjb) menyetujui pembelian 14 dari 27 lantai T-Tower di Jalan Gatot Subroto, Kaveling 93, Jakarta, untuk Cabang Khusus Bank bjb di Jakarta pada tahun 2006.

 

Gedung itu berada di atas lahan milik PT. Comtalindo. Tim BJB menyepakati harga tanah senilai Rp 543,4 miliar dengan Comtalindo.

 

BJB pun membayar uang muka sebesar Rp 217, 36 miliar atau 40 persen dari nilai proyek, pada 12 November 2012. Sisanya dicicil sebesar Rp 27,17 miliar per bulan selama setahun. Sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah dan atau bangunan bank tersebut dinilai berperan dalam proyek tersebut sehingga merugikan negara sebesar Rp217 milyar.(Y CHS).

Berita Terkait