Sun,19 November 2017


Pameran Besar Seni Rupa #5 Huele

Indofakta 2017-09-14 09:17:34 Infotainment
Pameran Besar Seni Rupa #5 Huele

AMBON -- Pameran Besar Seni Rupa #5 berlangsung pada 12-16 September 2017 di Gedung Olah Raga Area Taman Budaya Karang Panjang, Ambon, Maluku. Pembukaan dilaksanakan 12 September 2018 pukul 19.00 WIT.

Pameran bertaraf nasional ini, menyajikan 100 karya seni rupa: lukis, patung, kriya, dan desain. Terdiri  dari seniman open call dari 33 propinsi, yang masing-masing propinsi diwakili 2 seniman. Juga peserta seniman undangan sejumlah 14 seniman dan 20 kuota untuk seniman Maluku. 

Kegiatan pameran ini diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Republik Indonesia. Bertujuan membangkitkan gairah berseni rupa di Indonesia. "Mengingat konsentrasi berolah seni rupa masih relatif didominasi di Jawa, Bali dan beberapa di Sumatera," kata Timbul Raharjo, Kamis (14/9). 

Dalam peristiwa ini, terjadi pertemuan karya-karya terbaik dari perwakilan propinsi, yang membentuk medan interaksi dan komunikasi antarmereka dalam diskusi penciptaan dan pengkajian seni. 

Tanpa disadari, mereka saling mengedukasi satu sama lain tentang eksistensi ekspresi masing-masing seniman. "Demikian juga tentang proses kreatif dan pemahaman tentang mencari sumber inspirasi dalam berkarya seni," papar Timbul Raharjo. 

Bahkan, peristiwa ini dimungkinkan membentuk sebuah wadah semacam asosiasi yang dapat dipakai sebagai komunikasi antarseniman di seluruh Indonesia. 

Menurut Timbul, karya yang ditampilkan memiliki cirikhas masing-masing, beberapa membawa cirikhas daerahnya baik idea bentuk dan tema karya. Seperti perwakilan dari Merauke dengan memanfaatkan bahan kulit kayu, yang sekaligus melukis kearifan lokal masyarakat Merauke. 

Juga seniman-seniman yang relativf ekstablis, seperti Mas Yos Susilo dari DKI Jakarta yang menampilkan karya bergaya impresif dekoratif dengan ciri sapuan kuas yang khas berjudul “perjalanan”. 

Selain itu, karya Basuki Prahoro dengan patung kodok berwarna merah berjudul “siap untuk melompat”, yang bermakna keberanian untuk melompat jauh ke depan. Yakni, sebuah ajakan bagi bangsa Indonesia berani untuk melompat lebih jauh. 

Berbeda dengan apa yang ditampilan Mujar Siswantoro yang menampilkan karya instalasi “wayang milehnium wae” dengan judul “Garuda Sakti” adalah wayang kreasi baru terbuat dari bahan logam aluminium, kuningan, dan tembaga. Maksud karya ini untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam kebhinnekatunggalikaan.

Tema menumbuhkan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tampaknya menjadi tema pada sebagian besar para peserta pada pameran kali ini. Beberapa di antaranya juga mencoba mengangkat nilai-nilai tradisional seperti tempat-tempat menarik di Ambon.

Seperti karya Joseph D.L. yang berjudul “Visit Indonesia”, yakni sebuah karya yang mencerminkan kekayaan alam dan budaya Maluku Tengah terdapat karang pintu kota, bamboo gila, patung tenggara, kerangka ikan paus yang terdapat di Maluku, dan bentuk perahu khas Ambon, dan pemandangan alam lainnya banyak dijadikan sumber inspirasi para seniman yang hadir dari beberapa propinsi di Indonesia. (affan)

 

 

Berita Terkait