Mon,25 September 2017


Tertangkap Saat Beraksi, Jambret Di Tasik Ini Nangis di Kantor Polisi

Indofakta 2017-09-09 19:44:55 Hukum / Kriminal
Tertangkap Saat Beraksi, Jambret Di Tasik Ini Nangis di Kantor Polisi

TASIKMALAYA -- Seorang pelaku aksi penjambretan, menangis saat di gelandang ke Mapolsek Tawang,Polres Tasikmalaya Kota Sabtu (09/09/2019) siang. Dia merengek-rengek ke polisi agar tidak di bawa ke kantor polisi.

 

Pelaku tersebut adalah RF (18) warga Jalan Cilembang, Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Bahkan, polisi sempat dibuat kesal dengan jambret cengeng tersebut. Karena saat diminta diam, pelaku malah mengeraskan volume suaranya, sembari meminta kepada polisi untuk tidak membawanya ke Kantor. 

 

"Diam, jambret kok nangis," bentak salah seorang anggota polisi, yang kala itu tengah melepas borgol pelaku di tahanan Mapolsek Tawang, Polres Tasikmalaya Kota. 

 

Kapolsek Tawang Polres Tasikmalaya Kota Iptu E Kosasih, menuturkan, pelaku tersebut diserahkan oleh Polisi Militer, setelah tertangkap Polisi Militer usai menjambret salaseorang Remaja perempuan yang mengendari sepeda motor  di kawasan  Jalan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Masih kata Kapolsek, Pelaku dengan mengunakan sepeda motor memepet korban yang sedang mengendari sepeda motor berboncengan dengan temannya pada saat di kawasan jalan dadaha sampe ke jalan cikalang kemudian pelaku merebut hanpone milik remaja perempuan tersebut,sontak korban menerikinya maling.

 

Beruntung dalam kejadian tersebut ada dua anggota Polisi Militer yang pada saat itu sedang berjaga di penjagan mendengar terikan kemudian anggota Polisi militer mengahampiri dan mengamankan pelaku yang sedang terjatuh,kemudian di amankan ke Kantor Polisi Militer dan selanjutnya akan di srahakan ke Polsi.

 

"Saat ini, Pelaku masih dimintai keterangan, berdasarkan penyidikan sementara, tersangka mengaku melakukan aksi penjambretan di Tasikmalaya  baru satu  kali," ujar Iptu Ekosasih

 

Kendati demikian, sambung Iptu E Kosasih, polisi akan terus mengembangkan kasus penjambretan tersebut. Karena tak menutup kemungkinan, aksi yang dilakukan tersangka lebih dari yang diakui. (Andri)

 

Berita Terkait