Thu,23 November 2017


BPTBPA LIPI Yogyakarta Sosialisasikan Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional

Indofakta 2017-09-09 11:50:26 Iptek
 BPTBPA LIPI Yogyakarta Sosialisasikan Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional

YOGYAKARTA -- Membudayakan teknologi adalah sesuatu yang mudah untuk diucapkan. Apalagi dengan kata kunci "meningkatkan daya saing", tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan.

 

"Untuk itu, perlu energi yang besar dan konsistensi yang tinggi untuk menjalankannya," kata Hardi Julendra, SPt, MSc, Kepala BPTBA LIPI, Sabtu (9/9) di Taman Pintar Yogyakarta, di sela-sela membudayakan teknologi yang dikunjungi 7.000 orang dari Jawa maupun luar Jawa.

 

Seperti disampaikan Hardi, pusat unggulan iptek adalah suatu organisasi yang sudah terbentuk tiga tahun terakhir ini. "Baik berdiri sendiri maupun berkolaborasi dengan organisasi lainnya atau konsorsium yang melaksanakan kegiatan riset bertaraf internasional pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin, dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna iptek," kata Hardi.

 

Menurut Hardi, ada 13 event berskala nasional yang diadakan BPTBA LIPI dan diikuti 600 orang partisipan, dalam rangka memberi gambaran umum kegiatan pusat unggulan iptek.

 

Hal itu untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan sumber daya dan jaringan iptek dari lembaga litbang dalam bidang prioritas spesifik. "Agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi," papar Dr Laksana Tri Handoko, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, yang menambahkan semuanya itu untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Tahun 2017 BPTBA LIPI mendapat dana dari Kementrian Ristekdikti sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) teknologi pengemasan makanan tradisional. "Ini merupakan salah satu teknologi unggul di BPTBA LIPI," tandas Laksana Tri Handoko.

 

Ditambahkan Hardi Julendra, teknologi pengemasan makanan tradisional telah melalui tahap riset pengemasan makanan tradisional sejak tahun 2004 lalu. Dan, mulai diseminasikan atau digunakan oleh masyarakat -- khususnya usaha kecil dan menengah -- sejak tahun 2009.

 

Saat ini, PUI Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional BPTBA LIPI Jl Jogja-Wonosari km 31.5 Gading Playen Gunungkidul, sudah dimanfaatkan lebih dari 30 UKM di berbagai wilayah Indonesia baik dari segi layanan teknologi pengalengan maupun teknologi pengemasan makanan.

 

Setidaknya, telah mengembangkan 42 jenis resep makanan tradisional khas kuliner nusantara: gudeg Jogja, gudeg Solo, rawon, brongkos, sayur lombok ijo, mangut lele, rendang, keumamah (ikan  kayu) khas Aceh, tempe bacem, tempe kari, oseng-oseng mercon dan sebagainya.

 

Dikatakan Hardi Julendra, salah satu UKM yang telah memanfaatkan teknologi pengemasan makanan tradisional dan sukses di pasar domestik maupun mancanegara adalah Gudeg Bu Tjitro 1925.

 

Keunggulan dari teknologi pengemasan ini, makanan tradisional menjadi awet tanpa bahan pengawet hingga setahun lebih. "Tidak mengubah citarasa dan mudah dibawa sehingga dapat dijadikan oleh-oleh bagi yang ke luar kota dan luar negeri," papar Hardi Julendra.

 

Harapannya, dengan teknologi itu, makanan tradisional Indonesia dapat menjadi kuliner nusantara yang mendunia. Dan, teknologi ini menjadi solusi bagi pelaku UKM kuliner makanan tradisional, yang biasanya hanya dijual dan dipasarkan UKM serta diperoleh dan dinikmati konsumen hanya di daerah asal tempat makanan itu. Dengan teknologi itu, jangkauan pemasaran produk makanan tradisional menjadi lebih luas. (affan)

Berita Terkait