Thu,23 November 2017


UAD Perluas Kerjasama dengan India

Indofakta 2017-09-07 15:50:19 Edukasi
UAD Perluas Kerjasama dengan India

YOGYAKARTA -- Setelah kegiatan India Edu Fair di Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang dihadiri 14 universitas dari India pada bulan Januari 2017 lalu, yang diadakan UAD kerjasama dengan TIE UPS International, sekaligus penandatangan MoU dengan tiga universitas India: Dr. Anbedkar Institute of Technology Bengaluru Karnataka,  Sathyabama University dan Garden City University, India, UAD merealisasikan MoU dengan Satyabhama University Chennai dengan mengirim 7 mahasiswa Pascasarjana Teknik Informasi untuk mengikuti short course topik "Cloud Computing" selama 2 minggu. 

Ke tujuh mahasiswa itu: Miladiah, Faqihuddin Al Anshori, Tresna Yudha Prawira, M. Nashiruddin Darajat, Ockhy Jey Fhiter Wassalam, Sapriani Gustina dan Iif Alfiyarul Mukaromah, didampingi dosen pembimbing Rusydi Umar, ST, MT, Ph.D, yang merupakan dosen UAD lulusan dari Hyderabad University India.

Dalam kunjungan dua minggu sejak 29 Juni 2017 hingga 15 Juli 2017, ke tujuh mahasiswa tersebut berkunjung ke laboratorium, mengikuti kelas dan berpartisipasi dalam seminar yang diadakan Sathyabama University. 

Selain kunjungan mahasiswa, Dr. Kasiyarno, M. Hum (Rektor UAD) dan Ida Puspita, MA.Res. (Kepala Kantor Urusan Internasional UAD) juga berkunjung ke India pada 27 Juli 2017 hingga 4 Agustus 2017 dalam rangka bertemu dengan mitra UAD dan mendiskusikan realisasi dari MoU yang telah ditandatangani sebelumnya. 

Selain itu, Dr. Kasiyarno, M.Hum diminta menjadi salah satu pembicara utama dalam talk show tentang internasionalisasi perguruan tinggi yang diadakan Garden City University. 

Pada bulan Oktober 2017, menurut Ida Puspita, Psikologi S2 UAD akan merealisasikan MoU dengan Garden City University dengan mengirim 10 mahasiswanya untuk mengikuti short course selama 2 minggu di GCU. 

Dalam kesempatan itu, delegasi UAD juga berkunjung ke beberapa universitas dan menandatangani MoU dengan Sona College of Technology, AIMS Institutes Bangalore, dan Krupanidhi Group of Institutions Bangalore. 

Semua kegiatan di India itu terselenggara atas kerjasama antara UAD dengan TIE UPS International yang dipimpin Ravi Makhija.  

Dikatakan Ida Puspita, MA.Res, hubungan budaya antara India dan Indonesia sudah terjalin sejak berabad-abad lalu. "Dan masih kuat sampai saat ini," tandas Ida. 

Tetapi, dalam dunia pendidikan, relasi dua negara ini belum banyak terlihat jejaknya. "Berita tentang India yang banyak tersebar di media adalah berita yang negatif, misalnya tingkat kemiskinan di India, maraknya pemerkosaan, dan lain-lain," terang Kasiyarno, Kamis (7/9). 

Menurut Kasiyarno, berita tentang kualitas pendidikan di India, amat jarang dimuat di media. "Ketika berkunjung ke India, kami melihat hal-hal yang tidak semuanya sesuai dengan yang diberitakan di media," papar Kasiyarno.

Bagi Kasiyarno, kesamaan India dan Indonesia adalah sama-sama memiliki jumlah penduduk yang banyak dan tingkat kemacetan yang mirip dengan Jakarta. 

Akan tetapi, pendidikan India sudah sangat jauh lebih maju. India terkenal dengan IT yang sangat hebat. "Sistem pendidikan mereka sudah sangat berorientasi kerja bagi lulusannya," kata Kasiyarno yang menambahkan biaya pendidikan dan biaya hidup juga relatif lebih murah dibanding dengan universitas-universitas di negara Eropa, Amerika, Australia dan sebagian Asia, dengan kualitas pendidikan yang sama bagusnya, bahkan bisa jadi lebih baik.

Ditambahkan Ida Puspita, kerjasama UAD dengan India, baru dimulai sejak dua tahun lalu. "Tetapi realisasinya baru mulai dilaksanakan pada tahun 2017 ini," terang Ida Puspita, Kamis (7/9), yang berharap fakultas dan prodi di UAD dapat menyambut baik  peluang kerjasama dengan mitra-mitra di India. (affan)

 

Berita Terkait