Thu,23 November 2017


GUBERNUR JABAR JADI SAKSI KORUPSI STADION GBLA BANDUNG

Indofakta 2017-09-07 15:37:27 Hukum / Kriminal
 GUBERNUR JABAR JADI SAKSI KORUPSI STADION GBLA BANDUNG

BANDUNG - Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) akan tampil jadi saksi pada sidang Pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Tak hanya Aher, mantan Walikota Bandung, DR. H. Dada Rosada, SH, MSi, Kepala Bappeda H. Deny Juanda dan mantan Kepala Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat, Sri Mulyono juga dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara Stadion yang berlokasi di Gedebage Kota Bandung. 

Kepastian akan tampilnya keempat pejabat/mantan pejabat teras di lingkup Jawa Barat itu setelah pihak Kejari Bandung melayangkan surat panggilan (7/9/2017) kepada yang bersangkutan. Kepastian itu juga ditegaskan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Bandung, M. Farorozi, SH saat dikonfirmasi. "Benar, surat panggilan untuk jadi saksi sudah saya tanda tangani tadi di kantor, " kata Ozi, sapaan akrabnya saat ditemui di Kantor Kejati Jabar jl. Martadinata Kota Bandung.

Sidang dengan agenda pemeriksaan pokok perkara akan digelar pada 10/9/2017. Agenda tersebut telah disampaikan Majelis Hakim yang diketuai H. Fuad Muhammadi, SH.,MH setelah selesai nya pembacaan  Surat Dakwaan Yayat Ahmad Sudrajat (YAS). 


Yayat Ahmad Sudrajat telah didakwa merugikan keuangan negara sekira Rp103 milyar. Dalam agenda sidang pertama dengan agenda pembacaan Surat Dakwaan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), M. Tasjrifin, SH, MH, Dkk menyebutkan bahwa terdakwa Yayat dalam kedudukannya sebagai Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung pada tahun bersama-sama dengan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Dkk telah melakukan tindak pidana korupsi. Tindakan dilakukan sejak proses pembangunan stadion yang berbiayaRp545.535.430.000,- (lima ratus empat puluh lima milyar lima ratus tiga puluh lima juta empat ratus tiga puluh ribu rupiah) itu dilaksanakan pada tahun 2009. Yayat yang ditahan sejak 6 Juni 2017 itu didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 20 tahun pidana penjara, pidana denda dan mengganti kerugian negara yang ditimbulkannya. 

JPU menguraikan, Kegiatan Pembangunan Stadion GLBA dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, PT Penta Rekayasa (Konsultan Perencana), PT Adhi Karya (kontraktor pelaksana pekerjaan), PT Indah Karya selaku Konsultan Manajemen Kontruksi.

Perkara dengan Register No. 72/Pid.Sus/2017/PN Bdg itu masih akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan para saksi. 

Usai pembacaan Surat Dakwaan, saat dikonfirmasi wartawan (6/9/2017),  Tim Penasehat Hukum Yayat mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan eksepsi, langsung saja ke pemeriksaan pokok perkara. Menurut Junaidi, SH bahwa kliennya sudah bekerja sesuai tugasnya dan perintah para atasan secara berjenjang. Mengenai jumlah kerugian negara bahwa terdakwa merugikan keuangan negara sampai 25 %, apa mungkin. Kalau sampai 25 % kerugian negara, tidak mungkin stadion GBLA bisa berdiri dan digunakan," ujar Junaidi. (Y CHS).

 

Berita Terkait