Mon,25 September 2017


Prodi BK FKIP UAD Yogyakarta Menyoal Pendidikan Inklusi

Indofakta 2017-09-07 14:36:50 Edukasi
Prodi BK FKIP UAD Yogyakarta Menyoal Pendidikan Inklusi

Yogyakarta -- Prof Kawai Norimune (Hiroshima University), didampingi Tuswadi, PhD in Ed (Hijiyama University), sampaikan theory and implementation of the inclusive education in pyblic education system dalam "Overseas Guest Lecture" di depan 300 orang mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP UAD Yogyakarta tahun akademik 2017/2018 di Islamic Center Kampus 4 UAD Yogyakarta, Rabu (6/9).

 

Ketika sampaikan special needs education and inclusive education in Japan, Kawai memaparkan sejarah pendidikan umum di Jepang, reformasi pendidikan inklusif di Jepang dan isu-isu seputar inklusif di Jepang. Juga, pendidikan di Jepang sekitar 100 tahun silam sejak TK sampai PT. 

 

Menurut Kawai, siswa berkebutuhan khusus di Jepang dimulai dari SD. Tetapi untuk swasta dimulai dari TK dan SMP. Untuk siswa SD dan SMP dari tahun ke tahun menurun. "Lima tahun terakhir kehilangan sepuluh ribu siswa SD dan SMP karena menurun," tandas Kawai yang menambahkan di sisi lain Jepang mengalami jumlah manula lebih besar.

 

Dikatakan Kawai, jumlah kelahiran bayi yang menurun dikhawatirkan anak muda juga menurun. "Hal ini sebabkan Jepang merugi," tandas Kawai. 

 

Bagi Kawai, Jepang akan kembangkan pendidikan vokasi, di samping sekolah umum baik SMA maupun perguruan tinggi. "Juga membangkitkan pendidikan di Jepang bagi mereka yang berkebutuhan khusus," kata Kawai yang memberi rekomendasi pemerintah Jepang untuk memberi pemerataan pendidikan bermutu dan pelayanan pendidikan merata, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. 

 

Di depan Prof Kawai Norimune, Dekan FKIP UAD, Dr Trikinasih Handayani, MSi, mengatakan, Prodi Bimbingan dan Konseling saat ini terus bermetamorfosa menjadi prodi yang unggul dan diakui. "Baik di tingkat nasional maupun internasional," terang Trikinasih, yang menambahkan prodi yang didirikan pada 1984 ini terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas, sejalan dengan dinamika masyarakat dan peraturan pemerintah.

 

Menurut Trikinasih, Prodi BK FKIP UAD terus melakukan peningkatan kualitas melalui penataan kurikukum, kapasitas kelembagaan dan SDM yang terarah pada aspek kegiatan pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

 

Diraihnya predikat Akreditasi A pada tahun 2006, 2012 dan 2017, Prodi BK FKIP UAD telah menorehkan prestasi tingkat nasional dan internasional. "Lebih dari 109 prestasi dalam waktu tiga tahun terakhir ini," papar Trikinasih, yang juga menerangkan pencapaian prestasi dosen dalam penelitian dan pengabdian mengalami peningkatan.

 

Di sisi lain, menurut Ariadi Nugraha (Humas FKIP), Prodi BK FKIP UAD pada tahun 2017 terus berusaha melakukan penguatan dan peningkatan kualitas dan prestasi. "Di antaranya melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri," kata Ariadi Nugraha, Kamis (7/9), yang menambahkan salah satu perguruan tinggi yang menjalin kerjasama adalah Universitas Hiroshima Jepang.

 

Prodi BK FKIP UAD berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan dan berbagai kegiatan yang berkelanjutan di bidang lainnya di tahun mendatang.

 

Kegiatan overseas guest lecture diakhiri pemaparan Dr Tuswadi (Hijiyama University) yang menyoal importance of disaster risk reduction knowledge for university students. "Ini sejalan dengan perkembangan dan tuntutan zaman, di mana pendidikan inklusi dan perlunya penanganan anak berkebutuhan khusus secara lebih komprehensif," papar Tuswadi. (affan)

 

Berita Terkait