Mon,25 September 2017


Kemensos Kucurkan 50 Milyar Rupiah Untuk Bantuan Sosial Non Tunai PKH

Indofakta 2017-09-03 11:58:51 Nasional
Kemensos Kucurkan 50 Milyar Rupiah Untuk Bantuan Sosial Non Tunai PKH

SUMEDANG -- Sebanyak 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI) di Gor Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Sabtu (2/9).

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, Anggota DPR RI komisi 8, Linda Megawati, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembanagan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Djogjakarta, Benny Setia Nugraha, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Camat Jatinangor, unsur muspika, Wakil  Pimpinan Bank BRI Bandung, Eko R. Hartono, pendamping dan operator PKH, serta unsur terkait lainnya.

 

Disampaikan Benny, PKH di Provinsi Jawa Barat mulai dilaksanakan dari tahun 2007. Menurut Benny, PKH sendiri dilaksanakan di 11 kabupaten di Jawa Barat yaitu, Kab. Cirebon, Kuningan, Subang, Majalengka, Tasikmalaya, Karawang, Garut, Cianjur, Bandung, Bogor, Sukabumi.

 

Menurutnya, PKH kemudian diperluas lagi pada tahun 2008 dan menambahkan Kabupaten  Indramayu, Sumedang dan Kota Bogor sebagai Kota/Kabupaten yang melaksanakan PKH. “Kemudian setelah Kabupaten/Kota yang melaksanakan PKH tersebut, ada beberapa kabupaten/kota lagi yang  turut serta melaksanakan PKH,’’tutur Benny.

 

Dikatakan Benny, penyaluran Bantuan sosial PKH di Kabupaten Sumedang Tahun 2017 dilaksanakan secara non tunai melalui lembaga bayar Bank BRI. ‘’Bantuan tahap I dan II telah cair, untuk tahap III sendiri telah di transfer seluruhnya ke rekening KPM. Kemudian, dari 26 kecamatan yang ada di Sumedang, telah dicairkan oleh KPM di 19 Kecamatan. Insha Allah, 7 kecamatan lainnya akan segera kita tuntaskan pada minggu ini,’’katanya.

 

“Masing-masing bantuan diterima sebanyak 4 kali dalam setahun, masing-masing sebesar lima ratus ribu rupiah,”imbuh Benny.

 

Sementara itu, Bupati Eka dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Dirjen dan Anggota DPR RI ke Sumedang. Menurut Eka, kehadiran orang-orang ‘pusat’ di Sumedang dapat memberikan dorongan kepada masyarakat Sumedang untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan taraf hidup mereka. 

 

“Jumlah penerima manfaat PKH di Sumedang sampai tahun 2017 sebanyak  26.625 KPM. Kemudian, pada siang ini dihadirkan 500 KPM yang berasal dari 12 desa di Kecamatan Jatinangor,”kata Eka.

 

“Saya mewakili masyarakat Sumedang, mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada ibu menteri dan Bapak Dirjen atas kehadirannya di Sumedang. Semoga Program yang sedang dijalankan ini (program PKH) dapat mengurangi beban masyarakat dalam ekonomi maupun pendidikan,”imbuh Eka.

 

Linda Megawati, sang ibu menteri yang hadir saat itu menyampaikan, PKH adalah salah satu program yang dibuat pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mengatasi kemiskinan dan juga meminimalisir kebodohan. “Pada kesempatan ini saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah merealisasikan program-program pusat termasuk PKH. Semoga PKH bermanfaat untuk masyarakat ,”ungkap Linda.

 

Diungkapkan Linda, Bantuan Sosial yang diberikan oleh Kemensos RI kepada Kab.Sumedang sebesar 169 Milyar Rupiah  yang terdiri dari 50 Milyar Rupiah untuk bantuan PKH Non Tunai kepada 26.625 KPM, 111 Milyar Rupiah untuk bantuan beras sejahtera(Rastra) serta bantuan sosial lainnya.

 

Selanjutnya dikatakan Dirjen Harry, SDM di Kabupaten Sumedang berjumlah 118 orang yang terdiri dari 1 orang Koordinator Kabupaten,109 orang pendamping, serta 8 orang operator. ‘’Saya apresiasi semangat para PKH dan pendamping yang luar biasa dan juga semua pihak yang mendukung program ini , mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan program pun tepat sasaran,”pungkas Harry. (hms/sgt)

Berita Terkait