Fri,24 November 2017


Unras Warga Terdampak Proyek Leuwi Keris Ricuh Masa Bentrok Dengan Polisi

Indofakta 2017-08-31 18:36:45 Serba Serbi
Unras Warga Terdampak Proyek Leuwi Keris Ricuh Masa Bentrok Dengan Polisi

 

TASIKMALAYA -- Aksi unjuk rasa ratusan warga  terdampak pembangunan bendungan leuwi keris di kantor BPN Tasikmalaya, Jawa Barat diwarnai kericuhan. Selain melempari kantor dengan telur busuk serta sweeping kepala kantor,masa juga bentrok dengan polisi hingga terlibat adu pukul.

Setelah menetap dua malam dalam tenda,  warga Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.kembali menggelar unjuk rasa dihalaman kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat kamis (31/08/2017) siang. Ratusan warga terdampak pembangunan bendungan leuwi keris ini mengamuk akibat pihak BPN tidak kunjung memenuhi tuntutanya untuk memberikan document asli jual beli lahan terdampak bendungan.

Masa terlibat bentrok dengan polisi yang berjaga saat berusaha menghakimi kepala kantor BPN. Mereka sengaja melempari kepala kantor dengan air mineral. Tak ayal, baku pukul antara masa dengan polisi tak terelakkan lagi. Seorang pengunjuk rasa histeris mengaku terkena pukul polisi.

Kericuhan masih terus berlangsung  akibat pihak pengunjuk rasa dan BPN terpancing emosi. Alhasil, kordinator aksi sempat baku pukul dengan petugas BPN tepat didepan pintu masuk. Beruntung anggota kepolisian mampu melerai perkelahian antara keduanya.

Selain itu, masa yang emosi juga sengaja melempari Kantor Badan Pertanahan Nasional dengan telur busuk. Kaca, kursi duduk, hingga petugas BPN terkena cipratan telur busuk. Sebagian lagi melakukan sweeping kantor sambil berusaha merusak pintu masuk yang terkunci.

Menurut Kordinator Aksi Evi Hilman, pemicu ricuh karena ketua dan sekretaris gak Nampak.

" kalaupun mereka ada saya jamin gak ada apa apa tuntutanya sederhana koq kami hanya ingin document yang jadi hak kami "paparnya.

Pihak BPN mengaku terpancing emosi karena kantornya dikotori dengan telur busuk.

,”saya disini wakili kantor saya gak mau kantor kami terjadi anarkis ,tadi ada insiden saya kena pukul cuma sedikitlah Ujar" Deden, kasie infrastruktur BPN Kabupaten Tasikmalaya.

Ratusan Warga Desa Ancol Cineam ini sudah menggelar unjuk rasa sejak selasa lalu. Bahkan, masa sudah menginap dua malam dihalaman kantor BPN untuk menyuarakan tuntutanya. mereka hanya menginginkan dokumen asli terkait jual beli lahan yang terdampak pembangunan lewi keris.
Akibat aksi ini pelayanan dikantor Badan Pertnahan Lumpuh Total. hingga kamis sore masa menduduki kantor. (Andri)

 

Berita Terkait