Thu,23 November 2017


Jurnal Internasional Telkomnika UAD Mendapat Apresiasi Kemenristek Dikti

Indofakta 2017-08-31 15:37:21 Edukasi
Jurnal Internasional Telkomnika UAD Mendapat Apresiasi Kemenristek Dikti

YOGYAKARTA -- Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI memberi penghargaan kekayaan intelektualitas kepada Telkomnika (Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Pengendalian), salah satu jurnal milik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Penghargaan prestisius bagi jurnal internasional di UAD Yogyakarta yang dibuat tahun 2003 itu, seperti disampaikan Kepala Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) UAD Yogyakarta, Tole Sutikno, ST, MT, PhD, MIET, diserahkan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Dr Muhammad Dimyati, ketika memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Center Point of Indonesia Makassar pada 10 Agustus 2017.

Jurnal yang setahun terbit selama empat kali itu, meraih sebagai jurnal ilmiah terbaik. Selain itu, Ali Tarmuji dan Tole Sutikno juga menerima penghargaan sebagai pengembang aplikasi SINTA (Science and Technology Index) yang merupakan portal pengukuran kinerja iptek, menggunakan sistem entry-exit digital secara multi sektor yang mempunyai tugas dan fungsi sinergis antara Kemenristek Dikti dan LIPI.

SINTA ini, bagi dosen tetap Teknik Elektro UAD, sistem yang jauh dari sempurna. "Karena memang baru dimulai dan jadi daya saing jurnal publikasi ilmiah," kata Tole, didampingi Dr Hadi Suyono, S.Psi, MSi (humas).

Prestasi itu diraih berdasarkan tiga hal penilaian: relevansi, kualitas dan diversitas. Untuk diversitas bagi seluruh penulis di seluruh benua -- minimal berasal dari tiga benua -- dengan tulisan kondisi terkini. "Keberadaannya sangat strategis karena tulisan yang dimuat dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan mendapat gelar profesor," kata Tole lagi.

Menurut Tole, Telkomnika mendapat apresiasi anugerah iptek dan inovasi nasional tahun 2017 berupa penghargaan jurnal ilmiah nasional terbaik 1A. Sesuai dengan visi dan misi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta untuk go international, jurnal Telkomnika UAD menjadi salah satu jurnal yang dikenal seluruh dunia. 

“Satu-satunya jurnal dari perguruan tinggi di Indonesia yang diakui oleh Dikti," terang Tole Sutikno selaku editor-in-cheif Telkomnika, Kamis (31/8), di Kampus 1 Jl Kapas Yogyakarta.

Setelah terakreditasi A oleh Dikti per Agustus 2013-Agustus 2018 pada 6 Juli 2014 jurnal Telkomnika UAD kembali meraih prestasi menjadi jurnal rangking 1 di Indonesia dari variable SNIP. Dan menduduki rangking 3 di Indonesia dari variable SJR (berdasar penilaian dari Scopus). 

Saat ini, jurnal Telkomnika UAD lebih unggul dari UGM, IPB, UI, UIN Sunan Kalijaga dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Lebih lanjut Tole menjelaskan, Telkomnika menerbitkan semua artikel berkaitan bidang teknik elektro, komputer dan informatika, meliputi seluruh bidang teknik telekomunikasi, komputasi (computing), elektronika, elektrik (listrik/energi/power), kendali dan instrumentasi, komputer dan informatika.

Jurnal Telkomnika yang terbit kali pertama Desember 2013 oleh Prodi Teknik Elektro FTI UAD dibaca oleh semua akademisi dan peneliti meliputi mahasiswa S1, S2 dan S3, dosen, peneliti, juga pustakawan dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Dan, saat ini telah menerbitkan artikel lebih dari seribu.

Tahun 2007-2010 menerbitkan naskah Indonesia dan English. Sejak edisi Desember 2010 semua naskah diterbitkan dalam bahasa Inggris. Perlu diketahui, Scopus adalah salah satu flagship yang dimiliki oleh Elsevier. Scopus adalah lembaga pengindeks yang mengevaluasi unjuk kerja (kualitas) sebuah jurnal internasional. 

Di Indonesia, sebuah jurnal dikatakan sebagai jurnal internasional bereputasi “terakreditasi” salah satunya bila terindeks di Scopus. Dan, Telkomnika adalah salah satu dari 17 jurnal di Indonesia yang terindeks oleh Scopus. Dari 17 jurnal itu UIhanya Telkomnika UAD yang sekaligus terakreditasi “A” oleh Dikti.

Scopus memiliki atau menciptakan dua indikator atau variabel utama penilaian untuk kerja sebuah jurnal internasional.

SNIP (Source Normalized Impact per-Paper) didefinisikan sebagai perbandingan jumlah situasi jurnal per-makalah yang diterbitkan sebuah jurnal dan potensi sitasi pada bidang ilmu ilmu yang sama (rangking dinormalisasikan pada bidang ilmu yang sama). 

Hal ini bertujuan untuk memungkinkan perbandingan/perangkingan terhadap seluruh jurnal pada seluruh bidang keilmuan yang berbeda.

Scimago Journal Rank (SJR) adalah ukuran pengaruh ilmiah (scientific influence) sebuah jurnal yang mempertimbangkan dua hal: jumlah artikel yang merujuk dan prestis atau popularitas dari jurnal lain. 

S UIcimago adalah sebuah kelompok riset di Universitas Granada (Spanyol) yang merupakan partner Scopus, yang berdedikasi untuk analisis informasi, representasi dan perbaikan teknik visualisasi.

Berdasarkan variable SNIP, Telkomnika UAD adalah jurnal rangking satu di Indonesia dan jurnal rangking ketiga di Indonesia berdasarkan indikator SJR.

Di sisi lain, Wakil Rektor 1 Bidang Konsolidasi dan Peningkatan Kualitas Akademik, Dr H Muchlas MT, menuturkan, setapak demi setapak UAD telah membuktikan diri sebagai universitas yang go internasional. "Di antaranya lewat jurnal internasional," tandas Muchlas MT  "Upaya untuk go internasional akan terus kami lakukan."

Muchlas mengatakan, pada tahap awal pihaknya berupaya membangun jaringan dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Lewat jaringan tersebut, dibangun kerja sama yang memungkinkan pelajar dari luar negeri untuk melanjutkan pendidikan di UAD dan sebaliknya. (affan)

Berita Terkait