Sat,23 September 2017


DUA MANTAN WALIKOTA CIMAHI DIVONIS 7 DAN 4 TAHUN PENJARA

Indofakta 2017-08-30 17:10:57 Hukum / Kriminal
DUA MANTAN WALIKOTA CIMAHI DIVONIS 7 DAN 4 TAHUN PENJARA

BANDUNG - Dua mantan Walikota Cimahi, Itoch Tohija dan Atty Suharty dan Itoch Tochija  dijatuhi hukuman masing-masing selama 7 tahun dan 4 tahun pidana penjara. Selain itu keduanya dijatuhi pidana denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Putusan dibacakan oleh Majelis Hakim yang diketuai Sri Mumpuni (30/8/2017) itu lebih ringan dari Tuntutan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (PU KPK) yang sebelumnya menuntut agar Itoc Tochija dijatuhi hukuman selama 8 tahun dan Atty 5 tahun pidana penjara. 

 

Kedua terdakwa secara bersama-sama terbukti menerima suap dari Dhani Brata dan Hendriza Soleh Gunadi untuk ijon proyek pembangunan tahap II Pasar Atas Baru Cimahi. Keduanya menerima suap Rp500 juta dari dua pengusaha yang juga sudah jadi terpidana atas perkara ini. Adapun, Atty dan suaminya itu dijanjikan Rp 6 miliar oleh kedua pengusaha jika berhasil memuluskan proyek senilai Rp57 miliar yang diketahui baru akan dibangun 2017.

 

Perkara yang merupakan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis 1 Desember 2016 malam itu berhasil menjadikan 4 orang terdakwa itu dikenakan Pasal dan jumlah tuntutan yang berbeda. Atty dan Itoch sebagai penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

 

Sementara itu, Triswara Brata dan Hendriza Soleh Gunadi selaku pemberi suap disangka dengan Pasal 5 ayat (1)UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana yang telah dijatuhi hukuman 2 tahun dan 2,5 tahun pidana penjara.

 

Atas Putusan tersebut, baik PU KPK maupun kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir. Kedua terdakwa menyatakan akan memikirkan dahulu untuk langkah selanjutnya.

 

"Hal ini akan menjadi sejarah bagi kami karena pejabat yang masih menjabat lebih rendah hukuman nya dibanding Itoc yang bukan pejabat, " ujar Andy Safriadi selaku kuasa hukum kedua terdakwa. (Y CHS).

Berita Terkait