Thu,23 November 2017


Bekraf dan ISI Yogyakarta Kembangkan Kriya dan Musik

Indofakta 2017-08-30 10:22:40 Infotainment
 Bekraf dan ISI Yogyakarta Kembangkan Kriya dan Musik

YOGYAKARTA -- Bekraf Creative Labs (BCL) subsektor kriya (IKraFest) dan musik (JogCreaSic) telah terselenggara pada 26-28 Agustus 2017 di Hotel Inna Garuda Yogyakarta kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

 

Kegiatan itu sebagai upaya pengembangan pusat riset unggulan ekonomi kreatif subsektor kriya dan musik, yang ditargetkan menjadi barometer perkembangan terkini terkait riset, karya dan data subsektor kriya dan musik Indonesia.

 

Saat ini, kriya dan musik sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif menyumbang nilai tambah sebesar Rp 133,8 trilyun (kriya) dan Rp 3,9 trilyun (musik).

 

Kriya dan musik berkontribusi terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif sebesar 15,7 persen (kriya) dan 0,47 persen (musik). Atau, sebesar 1,16 persen dan 0,03 persen terhadap PDB nasional. Dengan pertumbuhan mencapai 4,51 persen (kriya) dan 7,26 persen (musik) memiliki potensi guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

 

IKraFest dan JogCreaSic 2018 -- yang menjadi bagian dari program BCL -- sebagai sebuah forum atau temu pelaku ekonomi kreatif kriya dan musik, dalam rangka ajang knowledge sharing dan capacity building. "Hal itu sebagai upaya peningkatan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif kriya dan musik," kata Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif, Rabu (30/8).

 

Menurut Abdur Rohim Boy Berawi, kegiatan BCL sebagai forum atau temu pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya dan musik di Indonesia. "Baik dari industri, akademisi, pemerintah dan komunitas," papar Abdur Rohim yang menambahkan BCL untuk mensinergikan kolaborasi dan komunikasi yang dapat meningkatkan jejaring kerjasama, produktivitas dan kompetensi ekonomi kreatif kriya dan musik di Indonesia.

 

Di sisi lain, Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, kegiatan itu untuk mensosialisasikan perkembangan dan pencapaian dalam keseluruham aspek ekosistem industri kriya dan musik.

 

"Sekaligus merumuskan bersama dan merekomendasikan strategi, solusi dan program pengembangan ekonomi kreatif subsektor kriya dan musik Indonesia," kata Wawan Rusiawan.

 

Sedangkan Ketua LPPM ISI Yogyakarta, Nur Sahid, mengatakan, kegiatan yang memiliki empat sub acara seperti talkshow, master class, workshop dan pameran produk unggulan subsektor kriya dan musik, membahas potensi, permasalahan, tantangan dan peluang menumbuhkembangkan ekonomi kreatif berbasis pada sektor kriya dan musik.

 

"Dengan semangat kolaborasi dari disiplin seni dan desain, diharapkan dapat menyatukan pelaku ekonomi kreatif kriya dan musik," kata Nur Sahid yang menambahkan itu untuk mengambil tanggung jawab bersama memajukan industri kreatif.

 

Kegiatan IKraFest 2017 meliputi talkshow, master class, workshop dan pameran produk unggulan. Sedang JogCreaSic 2017 menyajikan beragam acara menghadirkan Adib Hidayat (jurnalis), Dwiki Darmawan (musisi) dan Wawan Rusiawa  (Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif).

 

Selain itu, dalam IKraFest 1017 diadakan workshop aransemen dan komposisi berbasis ekonomi kreatif, yang hadirkan Djaduk Ferianto (seniman) dan Oni Krisnerwi to (musil arranger).

 

Sedang JogCreaSic 2017, menurut Mariaman Purba, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik, gelar pentas musik seperti gamelan, remaja, campursari, mustikaningrat, wayang hiphop, akapela Mataraman karya hasil workshop dan master class. (affan)

Berita Terkait