Sat,18 November 2017


Warga Cineam Tasik kembali Demo Proyek Leuwi Keris

Indofakta 2017-08-29 18:44:52 Hukum / Kriminal
Warga Cineam Tasik kembali Demo Proyek Leuwi Keris
TASIKMALAYA -- Warga yang terkena  dampak bendungan leuwikris kembali gelar aksi unjuk rasa, selasa (29/8) di Kantor BPN Tasikmalaya,Jawa Barat. Masa Aksi yang marah sempat akan merobek dokumen tanah,hingga melempari Petugas BPN dengan botol air mineral namun, aksinya langsung ditenangkan oleh anggota Kepolisian dari Polres Tasikmalaya.
 

Kericuhan dipicu,ketika warga menanyakan dokumen Aprisal asli tanah kepada sekretaris panitia lelang,namun petugas BPN  memberikan salinan foto copy.  Warga yang kesal  langsung memarahi dan membentak petugas BPN hingga nyaris bentrok dengan petugas BPN Kabupaten Tasikmalaya,Jawa Barat. Beruntung,masa aksi dapat dihadang oleh petugas yang sudah siaga di depan kantor BPN. Tidak puas dengan tuntutannya,warga melanjutkan aksinya dengan mendirikan tenda depan kantor BPN.


Rencanya mereka akan menginap depan kantor BPN,hingga kasus sengketa bendungan leuwikeris ada penyelesaian dan bisa bertemu dengan kepala kantor BPN Tasikmalaya.


Korlap Aksi Evi Hilman, mengatakan,kepada sejumlah wartawan usai Lakukan demo, tujuan warga mendatangi ke kantor BPN ingin mempertanyakan bukti aprisal harga tanah yang dikeluarkan oleh BPN.

 

"hingga saat ini pihak BPN tidak bisa mengeluarkan,dengan alasan dokumen milik negara. saya memandang, apakah warga dianggap separatis atau akan mendirikan negara diatas Negara"ujar Evi.


Dalam aksinya warga  mempertanyakan haknya, karena adanya dugaan perbedaan harga jual tanah,yang dibayar oleh pemerintah yang dijadikan proyek bendungan lewuikeris.


Sementara itu,Agung ,mantan sekretaris panitia lelang BPN Kabupaten Tasikmalaya,mengatakan,  perihal pembayaran tanah warga, dianya  tidak bisa memberikan pernyataan,karena harus ada ijin dari kasubag tata usaha BPN Tasikmalaya.

 

"terkait proses pengadaan dan pembayaran tanah sudah sesuai dengan mekanisme atuaran yang ada. BPN hanya mengukur dan yang melakukan pembayaran adalah pihak bank "paparnya dalam siaran Persnya di Kantor BPN Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Sampai  berita ini di turunkan warga yang tidak puas dengan tututannya akan menginap depan kantor  BPN. Selama pihak BPN tidak memberikan putusan,dan memperlihatkan dokumen aprisal tanah yang asli kepada warga. (Andri)


 

   

 

 

Berita Terkait