Sat,23 September 2017


FKIP UAD Yogyakarta Adakan Lokakarya Strategi Belajar

Indofakta 2017-08-29 12:02:55 Edukasi
 FKIP UAD Yogyakarta Adakan Lokakarya Strategi Belajar

YOGYAKARTA  -- Mahasiswa yang terpilih dan sebagai Dahlan Muda untuk mengikuti kegiatan kali pertama yang unik dan penuh ide kreatif ini, bisq memanfaatkan waktu jeda yang diisi dengan kegiatan bermanfaat.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor 3 Bidang Pengembangan Mahasiswa dan Pemberdayaan Alumni, Dr Abdul Fadlil, MT, di depan mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di Kampus 2 Jl Pramuka, Sidikan, Yogyakarta, Selasa (29/8).

Menurut Ahmad Fadlil, lokakarya strategi belajar dan berorganisasi ini, sungguh sangat penting agar nantinya mahasiswa pandai membagi waktu dengan baik.

Seiring UAD bisa maju dan berkembang dari IKIP Muhammadiyah yang berdiri 1960, Prof Dr H Noeng Muhadjir tidak menggagas kampus terpadu. Meski kampusnya berserakan tapi bersinergi. Bagi Wakil Rektor 3 UAD, maju dan berkembangnya kampus bukan dari fasilitas gedungnya. "Tapi prestasi mahasiswa," tandas Ahmad Fadlil yang berharap tradisi berprestasi di kalangan mahasiswa agar tetap terjaga. 

Lebih lanjut dikatakan Fadlil bahwa fasilitas yang baik itu jangan membuat terlena. "Tapi fokus kepada kegiatan belajar dan kuliah," kata Ahmad Fadlil UI UIsambil menerangkan semester pertama mahasiswa agar bisa berprestasi dan mendapat beasiswa dengan IPK minimum 3.25. 

Selain itu, Ahmad Fadlil berharap kepada mahasiswa baru FKIP UAD Yogyakarta untuk kembangkan minat dan bakat agar bisa berprestasi ke luar negeri. "Semoga punya prestasi semuanya," kata Ahmad Fadlil yang menambahkan hal itu akan terwujud dengan berdoa sebanyak-banyaknya dan kelak jadi wisudawan terbaik dengan IPK tinggi.

Pada kesempatan itu, Wakil Dekan FKIP, yang juga dosen Prodi Pendidikan Matematika, Dr Suparman, MSi, DEA, menyampaikan kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan pembelajar yang mandiri. 

Suparman di sela-sela menyampaikan materinya, sempat menanyakan kepada mahasiswa baru, apakah mungkin orang berasal dari desa dan sekolah yang tidak berkualitas, bisa jalan-jalan dan kuliah ke luar negeri? 

Kemudian, strategi belajar hebat untuk menjadi pembelajar sukses pun lantas disampaikan Suparman di depan mahasiswa baru FKIP UAD. "Jika ada kemauan, maka ada seribu satu jalan," kata Suparman yang menjelaskan kemiskinan jadi sebagai penyemangat dan pendorong meraih keberhasilan seseorang.

Dikatakan Suparman, sebagai mahasiswa nantinya banyak godaan selama kuliah. Untuk itu, perlu adanya target sasaran mutu mahasiswa agar terarah. IPK perlu diperhatikan dengan skala 0-4 dan minimal 3.50. Untuk tahun berikutnya bisa naik dan selama 4 tahun bisa selesai pada Agustus 2021 dengan IPK minimal 3.80.

Dari segi beasiswa, menurut Suparman, juga harus punya target. Semester 2 dari UAD dulu, lalu naik dari Kopertis. "Semua itu diukur tidak hanya jalan saja dan prestasi jangan dilupakan agar beruntung selama kuliah di UAD Yogyakarta," kata Suparman yang menambahkan UAD sediakan dana Rp 1 milyar untuk mahasiswa berprestasi.

Selain itu, dikatakan Suparman, TOEFL perlu dijadikan sasaran mutu sebagai mahasiswa, yaitu antara 405 hingga 475 yang masing-masing prodi berbeda untuk TOEFL. 

"Untuk itu biasakan mendengar percakapan bahasa Inggris. Harus terbiasakan dan pandai menyiasati waktu dengan belajar menyenangkan," tandas Suparman yang menyarankan kepada mahasiswa baru sebaiknya 1-2 jam tugas mandiri, 1 jam kegiatan terjadwal dan 1-2 jam tugas terstruktur. Selain itu, harus dibuat ceklist tugas mandiri. "Itu kalau ingin nilai A," tegas Suparman. 

Tidak semua mahasiswa baru bisa mengikuti kegiatan itu, tapi dipilih. Dan, mahasiswa yang beruntung dapat mengikuti kegiatan dengan materi disampaikan Gatot Sugiharto, SH, MH dan Drs Hendro Setyono, SE, MSc, yang kedua sependapat bahwa kuliah di UAD Yogyakarta bisa sebagai sarana untuk mengunjungi luar negeri. 

Di sisi lain, seperti dikatakan Hendro Setyono, membagi waktu itu harus disiplin dan jangan menunda pekerjaan. "Atau, jangan suka mengumpulkan pekerjaan," terang Hendro. 

Selain itu, menurut Gatot Sugiharto, para mahasiswa baru harus mengubah mindset selama masih sekolah dulu dengan kuliah lebih serius. "Menahan diri dari kesenangan dan fokus belajar. Dan, sebisa mungkin bisa meniti prestasi dari sekarang agar jadi mahasiswa sukses," tandas Gatot. (affan)

Berita Terkait