Mon,25 September 2017


JFW 2017 Turut Dimeriahkan Peragaan Busana Muslim

Indofakta 2017-08-28 18:44:15 Infotainment
JFW 2017 Turut Dimeriahkan Peragaan Busana Muslim

YOGYAKARTA -- Dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) ke-12 tahun 2017 ditutup dengan pagelaran busana muslim. Yaitu, fashion show “modest” hijab, yang menampilkan 12 desainer lokal kota Yogyakarta. 

Adapun desainer lokal itu di antaranya adalah Tuty Adib, Dalthahaya, Lia Afif, MODA, Iffah M Dewi, Yukky Pratama, Bella Sara, Dhani Budidarma, Errin Ugaru, Qonita Batik, Paradise Batik. Selain itu, Chintami Atmanegara, yang berasal dari Jakarta, juga unjuk kebolehannya sebagai penutup.

Seperti disampaikan Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Marlina, dengan diselenggarakannya JWF 2017 dapat mendorong kreatifitas pelaku industri, khususnya di bidang fashion.

Tidak dipungiri, JWF ada juga karena dorongan kreatifitas dari daerah lainnya. "Semoga adanya JWF bisa menjadi daya tarik bagi pariwisata DIY,” terang Marlina, Senin (28/8).

Di sisi lain, salah satu desainer busana dari Yogyakarta, Sugeng Waskito, mengatakan, dengan adanya JWF dapat mendorong pelaku industri kreatif untuk berkembang. "Sekaligus tetap melestarikan kebudayaan Indonesia," papar pemilik Gee Batik itu.

Meski banyak pengaruh dari barat, menurut Sugeng, kita tetap bisa memadupadankan hal tersebut. "Biar kelihatan klasik namun elegan,” kata Sugeng.

Sementara itu, ribuan orang menyaksikan karnaval Jogja Fashion Week (JFW) 2017 kemarin sore di sepanjang Malioboro Yogyakarta.

Karnaval sekaligus penutupan JWF 2017 kali ini mengusung tema “abinaya anagya”, yang diambil dari bahasa Sansekerta, yang berarti semangat yang terus berkobar. 

Ada dua macam konsep dalam penutupan JWF kali ini: lomba rias fantasi diikuti 23 orang peserta dan lomba fashion karnaval yang diikuti 21 peserta dari Bantul, Sleman, sekolah kejuruan, dan juga komunitaa. 

Menurut Koordinator Seksi Acara JWF 2017, Marlina Handayani, tema besar yang sudah ditetapkan panitia pelaksana, peserta lomba rias fantasi dan juga lomba karnaval bebas untuk mengekspresikan dalam berbagai bentuk. 

Adapun kriteria penjurian meliputi kesesuaian tema, ide dan gagasan, harmonisasi, performance dan cara berinteraksi dengan penonton. Untuk make up fantasy dipilih 6 pemenang, untuk juara 1-3 dan juga juara harapan. (affan)

Berita Terkait