Mon,25 September 2017


Transaksi Jogja Fashion Week ke-12 Capai Rp 450 Juta

Indofakta 2017-08-28 18:03:35 Infotainment
Transaksi Jogja Fashion Week ke-12 Capai Rp 450 Juta

YOGYAKARTA  -- Gelaran Jogja Fashion Week (JFW) ke-12, yang merupakan kegiatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, transaksi penjualannya mencapai Rp 450 juta. 

 

Dalam rangka mendukung program pembinaan dan pengembangan industri kreatif, Pemerintah Daerah DIY adakan Jogja Fashion Week. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, JFW ke-12 pada 23-27 Agustus 2017 dikelola Disperindag DIY. 

 

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Ir. Budi Antono, M.Si, ke depan produk fesyen DIY dapat go public. "Dengan tetap menjaga kearifan lokal yang diselaraskan dengan perkembangan zaman," terang Budi Antono, Senin (28/8). 

 

Hingga penutupan JFW ke-12 yang dimeriahkan oleh guest star, Ikhsan Tarore Idol, belum semua stand melaporkan hasil penjualannya. "Diperkirakan masih akan ada penambahan transaksi mengingat pada umumnya di akhir-akhir pameran banyak pengunjung yang datang untuk berburu diskon dari penjual," papar Budi Antono. Pengunjung yang datang pada JFW ke-12, dikatakan Budi Antono, mencapai lebih dari 4.000 orang selama 5 hari pameran. Dan, Pemda DIY memberikan support penuh sehingga peserta pameran tidak dipungut biaya apa pun.

 

Maksud digelarnya JFW ke-12 untuk mendorong berkembangnya sektor industri kreatif, khususnya produk fesyen. Selain itu, mendorong berkembangnya desain produk kreatif fesyen, meningkatkan pemasaran dan memperluas jaringan pemasaran produk kreatif terkait fesyen. "Kami juga akan meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan IKM industri kreatif bidang fesyen," kata Budi Antono.

 

Kegiatan JFW ke-12 meliputi fashion exhibition diikuti 174 peserta dari IKM produk fesyen dan pendukung fesyen, fashion seminar, fashion competition, fashion show, fashion art, talkshow, dan carnival. Selain itu, dalam exibisi juga diisi beberapa instansi terkait seperti Balai Besar Kerajinan dan Batik Kemenperin RI, Balai Besar Kulit Karet dan Plastik Kemenperin RI, Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta, dan Dekranasda seluruh kabupaten/kota se-DIY.

 

Untuk mendukung fesyen, digelar pula seminar yang mengangkat tema "Pesona Perpaduan Tenun dan Batik" diikuti 100 peserta terdiri dari IKM, asosiasi, dan aparatur pemerintah, yang menghadirkan Rita Dwi Kartika Utami (Kepala Sub Direktorat Hubungan Antar Lembaga non-Pemerintah Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif RI), Nidiya Kusmaya  (Indonesia Trend Forecasting, Bandung), Patricia Sandjaja (Phalie Studio, Jakarta) dan Chaliet Bambang (desainer Batik Yogyakarta).

 

Tak kalah serunya ada fashion competition diikuti oleh 160 peserta dari beberapa kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut diambil 50 finalis yang menampilkan karyanya pada fashion show pada Minggu sore, 27 Agustus 201 dengan kategori cocktail dress dan evening dress dengan total hadiah sebesar Rp. 94 juta. 

 

Selain itu, setiap hari selama pelaksanaan JFW ke-12, digelar fashion show menampilkan 52 desainer profesional dan 21 desainer dari IKM binaan Disperindag DIY, yang disaksikan Cintami Atmanegara dan Poppy Dharsono. Salah satu hal yang membuat fashion show ini beda dengan yang lainnya adalah adanya peragaan busana Jawa Jogja oleh Hastanata. (affan)

Berita Terkait