Sun,19 November 2017


UAD Selesaikan Struktur Bangunan Kampus 4

Indofakta 2017-08-24 17:25:03 Edukasi
UAD Selesaikan Struktur Bangunan Kampus 4

YOGYAKARTA - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelesaikan pekerjaan struktur bangunan kampus 4, yang ditandai dengan pengecoran terakhir dan potong tumpeng oleh Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum.

Pembangunan kampus berdesain smart and green building, yang dimulai pada 6 Oktober 2016 ini, sudah mencapai 64,75 persen.

 

Dalam sambutannya saat acara topping of  kampus 4, Kamis (24/8), Drs. Muhammad Safar Nasir, M.Si, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, mengatakan, tiga lantai sudah bisa digunakan untuk perkuliahan tahun ajaran 2017/2018 yang dimulai 4 September 2017 mendatang.

Gedung yang menempati lahan seluas 33.406 meter persegi, total menyediakan 4.350 kursi untuk perkuliahan mahasiswa. Terdiri dari 14 ruang berkapasitas 30 kursi, 64 ruang berkapasitas 60 kursi, dan 1 ruang berkapasitas 90 kursi.

 

Saat ini, tiga lantai yang dapat digunakan untuk perkuliahan menyediakan 25 ruang dengan total kursi 1.470. "Kami akan menyediakan pagar pengaman yang difungsikan sebagai pembatas untuk ruang perkuliahan dan konstruksi," papar Safar Nasir.

 

Nantinya, mahasiswa akan melewati pintu barat agar keamanan tetap terjaga sampai proses pembangunan selesai sepenuhnya.

 

Biaya yang dikeluarkan UAD Yogyakarta untuk membangun kampus 4 ini mencapai Rp 300 milyar. Dan, untuk memudahkan mobilitas, gedung berlantai 11 ini juga menyediakan tangga manual, eskalator dan lift. "Sementara, yang dapat difungsikan baru eskalator dan tangga manual," jelas Safaf lagi.

 

Di sisi lain, Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum, akan memaksimalkan kampus lainnya. "Meskipun kampus empat ini telah selesai dibangun," tandas Kasiyarno yang berharap roda ekonomi masyarakat di sekitar kampus-kampus UAD lainnya tetap berjalan. 

 

Kehadiran UAD Yogyakarta selama ini, merupakan berkah bagi lingkungan di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai usaha masyarakat. Nantinya, kampus 4 UAD ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat perkuliahan, tetapi bisa juga dikunjungi masyarakat umum. Misalnya, masjid Islamic Center UAD yang saat ini sudah menjadi salah satu ikon Yogyakarta dan banyak menjadi tempat rehat wisatawan ketika berkunjung ke Yogyakarta.

 

Di kampus ini, nantinya juga akan ada amfiteater, observatorium dan museum. "Sehingga masyarakat bisa berwisata edukasi," kelakar Kasiyarno yang diamini Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, M.Ag.

 

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD Yogyakarta, Yunahar Ilyas, mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap UAD dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pada penerimaan mahasiswa baru 2017 ini, kata Yunahar, total pendaftar sekitar 10 ribu dan yang regitrasi sekitar 5 600 orang. (affan)

Berita Terkait