Sat,23 September 2017


BNN Sleman Kampanye Stop Narkoba

Indofakta 2017-08-24 17:17:03 Serba Serbi
BNN Sleman Kampanye Stop Narkoba

SLEMAN - Dalam rangka memperingati pasca Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman adakan kampanye stop Narkoba melalui senam sehat anti-Narkoba pada Minggu, 27 Agustus 2017 mendatang di Lapangan Denggung, Sleman, yang akan dihibur oleh Kenes.

Disampaikan Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kuntadi, kegiatan itu merupakan program diseminasi informasi  Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dan, BNN Sleman ingin menunjukkan bahwa penyebarluasan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba tidak hanya melalui sosialisasi tatap muka saja.

"Akan tetapi bisa melalui kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat luas,” kata Kuntadi di depan wartawan didampingi Kabag Humas Sri Winarti di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman, Kamis (24/8).

Melalui kegiatan kampanye stop Narkoba itu, Kuntadi berharap masyarakat lebih mengetahui, memahami dan dapat menolak penyalahgunaan Narkoba.

 

Bersama Kelik Pelipur Lara dan Endah Saraswati, BNN Sleman akan menyebarluaskan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan da  perwdaran gelap Narkoba. "Tidak hanya melalui sosialisasi tatap muka saja, akan tetapi melalui kegiatan hiburan yang bisa dinikmati masyarakat," terang Kelik Pelipur Lara yang menambahkan Narkoba itu benar-benar korbankan bangsa.

 

Di sisi lain, Endah Saraswati mengatakan bahwa masyarakat harus lebih memahami dan dapat menolak penyalahgunaan Narkoba ini. "Sehingga masyarakat menjadi kuat, sehat, produktif, yang akhirnya berimbas menurunnya angka prevalensi penyalahguna Naekoba," kata Endah.

Penyalahgunaan Narkoba di DIY, saat ini mencapai 60.128 orang. Dan di Sleman ada sepertiganya atau sekitar 22.000 orang, baik domisili maupun TKP penyalahgunaan Narkoba yang berada di Kabupaten Sleman: Depok, Gamping, Ngaglik, Mlati dan Kalasan. "Hal ini salah satunya dikarenakan banyaknya kos-kosan dan tempat hiburan malam," tandas Kuntadi, yang didampingi pegiat seni Kelik dan Endah.

Pada tahun 2015, DIY menduduki peringkat ke-5 nasional dalam kasus penyalahgunaan Narkoba. Tahun 2016, cenderung turun dan DIY menjadi peringkat ke-8 nasional. Tahun 2017, kasus penyalahgunaan Narkoba di Sleman diharapkan terus semakin turun, dengan target DIY dapat keluar dari 10 besar penyalahgunaan Narkoba nasional.P

Prevalensi di Sleman sebesar 2,2 persen dengan usia efektif pengguna Narkoba 10 hingga 59 tahun, di mana terdapat lebih dari 830 ribu orang di Sleman.

Kesadaran untuk melakukan rehabilitasi bagi para pecandu, menurut Kuntadi, masih rendah. Pasalnya, ada anggapan di masyarakat terhadap penyalahgunaan Narkoba untuk tidak melakukan rehabilitasi. Karena Narkoba dianggap sebagai kriminal, masyarakat tidak mau melapor untuk rehabilitasi. "Takut kalau nanti ditangkap dan dipenjara pihak berwajib," kata Kuntadi.

Dijelaskan Kuntadi, sebagian masyarakat menganggap kasus Narkoba sebagai aib. "Tahu anaknya menggunakan Narkoba, tapi orangtuanya menutup-nutupi," tandas Kuntadi.

Dijelaskan Kuntadi, pasal  128 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 disebutkan bahwa orang tua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 ayat 1 yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak Rp 1 juta.

Selain itu, ada anggapan masyarakat bahwa rehabilitasi membutuhkan biaya besar. "Padahal biaya rehabilitasi sepenuhnya ditanggung BNN, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial," papar Kuntadi lagi.

Masyarakat diharapkan dapat menularkan informasi yang diperoleh. Karena, masyarakat juga memiliki kewajiban dan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam upaya P4GN. "Sehingga membuat lebih banyak orang sadar akan hidup sehat tanpa Narkoba," kata Kuntadi yang menambahkan bahagia itu tidak harus dengan Narkoba.

Untuk melakukan rehabilitasi dan rawat jalan bagi pecandu Narkoba, saat ini BNN Sleman menggandeng 9 Puskesmas dan 2 rumah sakit di Sleman. (affan)

Berita Terkait