Sat,18 November 2017


Jogja Fashion Week ke-12 Dikelola Disperindag DIY Tanpa Campur Tangan Pihak Lain

Indofakta 2017-08-24 12:57:27 Serba Serbi
Jogja Fashion Week ke-12 Dikelola Disperindag DIY Tanpa Campur Tangan Pihak Lain

YOGYAKARTA  -- Selama 11 tahun berlangsung, Jogja Fashion Week (JFW) diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY kerjasama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) untuk mendukung program pembinaan dan pengembangan industri kreatif dari Pemda DIY.

 

Tapi kali ini dikelola Disperindag DIY agar produk fashion DIY dapat go public, dengan tetap menjaga kearifan lokal yang diselaraskan dengan perkembangan zaman.Disampaikan Ketua Panitia, Ir Endang Sri Nuryani, MM, JFW yang berlangsung 23-27 Agustus 2017 kali ini temanya dream in harmony dan diharapkan dapat menembus ruang dan waktu. "Produk kita dapat ditemukan di mana-mana hingga ke mancanegara," tandas Endang, Kamis (24/8).

 

Diikuti 175 industri kecil dan menengah (IKM) dan 70 orang perancang busana, diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelaku industri fashion dalam mengembangkan ide kreatifnya. 

 

Jogja Fashion Week bisa memberikan multiplier effect tidak hanya bagi desainer, namun semua pelaku industri fashion, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Hal itu dikatakan Gubernur DIY Sri Sultan HB X melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Ir Budi Antono, MSi, ketika membuka JFW ke-12 tahun 2017 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Rabu (23/8).

 

Menurut Sultan HB X, bidang kreatif fashion di Yogyakarta berkembang pesat dan kemajuannya sangat signifikan dari tahun ke tahun. "Kebangkitan dunia fashion di Yogyakarta terlihat tumbuh dan berkembangnya rumah mode," papar Sri Sultan HB X.

 

Untuk itu, Gubernur DIY berharap kreatifitas sektor fashion ini jangan pernah surut. "Dan terus ditingkatkan dari sisi kualitas, kuantitas, jenis produk dan keunikannya," kata Sultan HB X yang berharap pelaku industri fashion semakin peduli terhadap produk fashion yang mengeksplore seni budaya bangsa.

 

Di sisi lain, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindusrian, Ny Gati Wibawaningsih, mengatakan, industri fashion merupakan salah satu dari 16 industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia.

 

Menurut Gati, nilai ekspor kecil dan menengah paxa 2015 lalu mencapai 12,11 milyar dollar AS dengan pasar utama di AS, Eropa dan Jepang. "Industri fashiob memberikan produk domestik bruto 1,21 dengan jumlah tenaga kerja 2 juta orang," jelas Gati yang menambahkan hal iru 14,7 persen dari jumlah total tenaga kerja di bidang industri.

 

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini diperkenalkan pakaian adat Jawa, khususnya Yogyakarta, di bawah koordinasi Ny Tati Soetadi, Ketua I Himpunan Ahli Seni Tata Rias dan Busana Daerah Yogyakarta.

 

Selama 5 hari pameran -- disupport penuh Pemda DIY dan peserta tidak dipungut biaya -- ditargetkan mampu membukukan penjualan sebesar Rp 600 juta dengan pengunjung sebanyak 4 ribu orang.

 

Kegiatan JFW ke-12 meliputi fashion exhibition, fashion seminar, fashion competition, fashion show, fashion art, talkshow dan carnival. Juga penyerahan sertifikat Co Branding (jogjamark, 100%jogja & jogjatradition) dari Direktur Merek dan Indikasi Geografis Dirjen KI Kementrian Hukum dan HAM Ri kepada Gubernur DIY melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Ir Budi Antono, MSi. (affan)

Berita Terkait