Sat,23 September 2017


SIDANG KORUPSI OTT : TIDAK ADA PERINTAH DARI DANDAN

Indofakta 2017-08-23 17:36:25 Hukum / Kriminal
SIDANG KORUPSI OTT : TIDAK ADA PERINTAH DARI DANDAN

BANDUNG - Tidak ada perintah dari Dandan Riza Wardana dan siapapun sewaktu Ayi Sundaya menerima uang dari para pemohon perijinan. Itu inisiatif dari para pemohon bukan saya yang menentukan besarnya jumlah uang yang saya terima.

Demikian antara lain keterangan dari Ayi Sundaya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Tardi, SH  (23/8/2017). Dalam sidang dengan agendab
pemeriksaan terdakwa itu Ayi berujar : Saya bertugas membantu Pak Dandan seperti sering membawa tas kerja Pak Dandan dari ruang kerjanya ke mobil dan menerima tamunya. Terdakwa memang ditugaskan secara pribadi oleh Dandan Riza Wardana itu ditempatkan dibagian penerima tamu pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Diakui oleh Ayi ada kontribusi/ sumbangan/ uang pelicin dari para pemohon. Jumlah  dana bukan saya yang menentukan tapi para pemohon. Dana seterusnya diserahkan kepada Tya di bagian Validasi. Itu sumbangan ke saya dari Pak Asep, Adeng dan pemohon lainnya. Uang tersebut lalu saya sumbangkan kepada staf kantor." Diakui oleh Ayi meski para pemohon tidak memberikan sumbangan, ijin tetap diproses.

Saat ditanya oleh Hakim Basari Budi tentang Lsm Jaga Lembur, Ayi tau lsm tersebut tapi tidak kenal siapa orangnya. " ini korupsi berjamaah, bukan perbuatan saudara sendiri,  apakah ada uang yang diserahkan ke Dandan,  kata Hakim Tardi, SH. Ayi menjawab "tidak ada."

Ayi mengatakan uang itu untuk kepentingan lembaga (kantor). Jumlah uang pelicin. Ayi yang bertugas sejak tahun 2010 di lembaga tersebut, tidak tahu uang pelicin itu digunakan untuk apa.

AYI Sundaya merupakan salah satu dari 6 orang terdakwa hasil Operasi Tangkap Tangan  ( OTT) oleh Reskrim Polrestabes Bandung, 27 Januari 2017 lalu. Penyidik menyita uang sejumlah Rp 63,9 juta yang  berasal dari Noerkiyah sebesar Rp 12.750.000 dari staf bidang B untuk pengurusan perijinan Surat Ijin Usaha Pariwisata (SIUP) dan uang titipan sebesar Rp 43.650.000 dari staf bidang B untuk pengurusan perizinan Ho, TDP ( Tanda Daftar Pariwisata, IUI (Izin Usaha Industri), TDG (Tanda Daftar Gudang), IUJK (Izin Usaha Jasa Konstruksi), TDUK (Tanda Daftar Usaha Kecil), dan TDUM (Tanda Daftar Usaha Mikro), yang dikoordinir Muthia. Selain itu uang yang diserahkan Wawan kepada terdakwa Dandan di ruang kerjanya sebesar Rp 7,5 juta untuk pengurusan izin reklame,"

Dandan  Riza Wardana, dkk didakwa dengan Pasal 5 ayat (2) atau
Pasal 11 atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ( Y CHS).


 

Berita Terkait