Sat,23 September 2017


Festival Gerobak Sapi Hidupkan Kembali Transportasi Tradisional

Indofakta 2017-08-22 10:21:55 Infotainment
Festival Gerobak Sapi Hidupkan Kembali Transportasi Tradisional

SLEMAN  - Transportasi tradisional, kini sudah mulai ditinggalkan. Tak banyak orang yang tahu gerobak sapi dulunya pernah menjadi sarana transportasi yang digunakan masyarakat. Bahkan, menjadi kendaraan utama pada zaman dulu.

 

Hal inilah yang dilihat Pangrekso Andini Karya, sebuah paguyuban gerobak sapi di Sleman. Berniat kembali mengenalkan transportasi gerobak sapi, paguyuban ini sudah ke sembilan kalinya mengadakan lomba dan Festival Gerobak Sapi Merdeka dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 dan hari jadi paguyuban.

 

Pelaksanaan kali ini terasa berbeda karena bertepatan dengan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Hewan UGM ke-71. Tahun ini yang ketempatan adalah Pemerintah Desa Sariharjo Ngaglik. "Dan kebetulan bersamaan dengan dies natalis Fakultas Kedokteran Hewan UGM,” terang Tri Hariyono, Ketua Pangrekso Andini Karya saat ditemui pagi ini di Lapangan Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

 

Diikuti 150 peserta dari berbagai paguyuban, acara terbagi menjadi dua: pawai gerobak sapi dan lomba-lomba. Pawai gerobak sapi bersifat gratis bagi para penggemar gerobak sapi yang ada di Sleman, Bantul, Klaten, dan sekitarnya.  

Melewati rute sejauh 7 km, gerobak sapi dengan modifikasi hiasan hasil pertanian terbaiklah yang akan memeroleh nilai tertinggi. “Hiasan dengan hasil pertanian yang paling baik itu yang  menang,” ujar Tri.

 

Didik, perwakilan Bajingan dari Sleman Barat Manunggal Sari Seyegan, menyampaikan alasannya berpartisipasi dalam festival ini adalah untuk mendapatkan ilmu. “Kita belajar cara berternak sapi yang baik sama cara memilih bibit sapi yang unggul,” lanjut Didik yang membawa dua sapi terbaik miliknya.

 

Tujuannya orang ikut festival kemarin bukan lagi soal mendapat kemenangan, tetapi lebih kepada kesenangan pribadi. Selain pawai gerobak sapi, pada kesempatan itu juga diadakan lomba sapi dengan beberapa kategori: sapi bakalan jantan, sapi bakalan betina, dan sapi penggemukan. Lomba ini dinilai langsung oleh dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. (affan)

 

Berita Terkait