Sat,18 November 2017


Seniman Jogja "Membaca Azwar"

Indofakta 2017-08-21 19:13:18 Infotainment
Seniman Jogja

YOGYAKARTA -- Azwar AN, genap umur 80 tahun. Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 6 Agustus 1937. Sejalan dengan yuswa lembayungnya, Bang Azwar -- panggilan karibnya -- tentu tak tepermanai jasanya di janapada teater Indonesia. 

Pendiri sekaligus pengampu Teater Alam ini membidani banyak aktor teater yang hingga saat ini masih eksis. Dan, mengajarkan para cantriknya tentang seni peran, penyutradaraan, dan juga pengenalan lakon naskah standar baik karya penulis dari Indonesia maupun Barat.

Perjalanan Teater Alam itu sendiri dimulai 1972. Setelah Bang Azwar memutuskan keluar dari Bengkel Teater yang didirikan bersama Rendra dan Moorti Poernomo pada 1967. Sejak itu, Teater Alam gencar mementaskan drama, antara lain: Ketika Bumi tak Beredar, Prometheus, Si Bakhil dan juga serial karya Sophocles seperti Oedipus Sang Raja, Oedipus Di Colonus, dan Antigone. Di samping naskah “lokalan” semacam Qasidah Barzanji, Karno Lembu Peteng, dan Di Atas Langit Ada Langit.

Aktor maupun sutradara teater yang juga aktif di bawana perfilman Indonesia ini, dengan tangan dinginnya mampu menciptakan atmosfer kreatif dunia tonil Yogyakarta. Misalnya, mendirikan Arisan Teater yang tak pelak melahirkan grup-grup teater mumpuni. Sosok semanak ini, juga mendirikan Lembaga Pendidikan Akting (LPA) Teater Alam.

Atas jasa-jasa besarnya itulah, para cantrik mentriknya yang ingin mikul dhuwur mendhem jero, juga para sahabatnya seperti Ashadi Siregar, Emha Ainun Nadjib, Suminto A Sayuti, Ajip Rosidi, Butet Kartaredjasa, dan Fajar Suharno, sepakat nyengkuyung acara yang bertajuk “Membaca Azwar” di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu, 27 Agustus 2017. 

Diawali talkshow yang dipandu Indra Tranggono dan moderator Udik Supriyanta pada Minggu, 27 Agustus 1017 pukul 14.00 WIB sampai jelang Maghrib. Kemudian, dipungkasi dengan pantomim Jemek Supardi, Umbul Donga Puisi Mantra dan fragmen Oedipus dengan sutradara Merits Hindra. Melibatkan Puntung CM Pudjadi, Daning Hudaya, Khocil Birawa, Wahyana Giri MC, Edo Noercahyo, Agus Fatwa, Gege Hang Andhika, Joko Santosa, Agus Sandiko, Himawan, Rully Ismada dan Savitri Damayanti sebagai tim kreatif dan produksi.

Bang Azwar tak lagi taruna. Ia kini datuk sepuh. Ia suntuk di dunianya. Tapi itu tak membuatnya sayah. Peluh kreativitasnya tak bakal mengisat dari jagat teater Indonesia.

“Membaca Azwar” enak ditonton dan perlu. Sebab, kemampuan membaca itu sebuah barkah. Kegemaran membaca itu sebuah keastamaan. (affan)

Berita Terkait