Sat,18 November 2017


Musik dalam Jejaring Peningkatan Ekonomi Kreatif

Indofakta 2017-08-21 16:32:51 Infotainment
Musik dalam Jejaring Peningkatan Ekonomi Kreatif

YOGYAKARTA -- Musik memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam ranah industri kreatif, mengingat tingkat apresiasi masyarakat sekarang terhadap musik di berbagai negara sudah sangat baik.

Seperti disampaikan Drs Sukoco, MHum dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, musik bukan hanya sekadar seni sesaat untuk mengisi waktu luang atau hiburan. "Akan tetapi merupakan kebutuhan setiap individu manusia yang harus terpenuhi pada setiap waktu," kata Sukoco, Senin (21/8).

Dikatakan Sukoco, hal itu dapat terlihat dari semaraknya berbagai pertunjukan musik dalam berbagai event sejak dari tingkat daerah hingga internasional, semaraknya berbagai festival musik dan signifikannya pertunjukan musik di berbagai stasiun televisi swasta dan milik pemerintah.

"Musik memiliki peluang besar menjadi lahan pemenuhan kebutuhan ekonomi bagi para pelakunya demi memenuhi kebutuhan hidup," papar Sukoco selaku penanggungjawab Yogya Kreatif Musik.

Bagi Sukoco, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap musik, tentunya menjadi tantangan sekaligus lahan tersendiri bagi para kreator, komposer dan pengrawit. "Agar dapat menghasilkan karya musik yang dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai lapisan," kata Sukoco.

Kreator harus berpikir keras bagaimana dapat melahirkan produk musik yang lebih kreatif dan dinamis. "Sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi," ujar Sukoco, yang menambahkan, selain itu harus dipikirkan bagaimana karya yang baik itu dapat didistribusikan kepada masyarakat penikmat melalui entrepreneur pelaku usaha yang profesional di bidangnya.

Dalam kehidupan bermusik, seperti disampaikan Sukoco, belum banyak yang secara utuh terjalin kerja sama yang baik antara pelalu seni, distributor seni, pengusaha seni, serta perlindungan hak cipta dalam membentengi karya kreatif yang dihasilkan oleh seorang kreator musik. Dampaknya, industri musik kreatif tidak dapat berjalan secara baik. "Sehingga karya kreatif yang memiliki nilai tinggi tidak dapat terdistribusikan kepada khalayak karena terdapat kelemahan dalam hal pelaku usaha musiknya," kata Sukoco.

Exhibition dalam kegiatan Bekraf Creative Labs di Yogyakarta pada 26-28 Agustus 2017 yang menampilkan hasil dari industri kreatif yang sudah dikerjakan oleh pelaku industri musik, dapat menumbuhkembangkan industri musik Indonesia untuk menggapai industri musik berkiprah di kancah domestik dan mancanegara. (affan)

Berita Terkait