Mon,25 September 2017


MPI PP Muhammadiyah Gelar Temu Netizen 2017

Indofakta 2017-08-19 16:55:46 Iptek
MPI PP Muhammadiyah Gelar Temu Netizen 2017

YOGYAKARTA -- Perkembangan perantara komunikasi sebagai alat penghubung manusia sudah tidak dapat dibendung lagi. Munculnya berbagai media sosial (medsos) sebagai wadah pertukaran informasi bagi para penggunanya secara real-time merupakan salah satu hasil dari kemajuan sistem komunikasi saat ini. Misalnya saja, di Indonesia terdapat 88,1 juta orang pengguna internet berdasarkan data tahun 2016 dari sebuah perusahaan riset, We Are Social.

 

Dalam menghadapi tantangan zaman dan menyadari dampak besar dari perkembangan informasi yang dibawa oleh medsos, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara "Temu Netizen Muhammadiyah se-Indonesia", Sabtu (19/8), di Ruang Sidang Utama AR Fachruddin A Umiversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

 

Mengangkat tema konsolidasi dan pengembangan jaringan, forum tersebut membahas langkah-langkah Muhammadiyah dalam rangka menyambut era digital dan kemajuan teknologi informasi terkini.

 

Tujuan dari pertemuan itu untuk membentuk forum konsolidasi netizen yang dimiliki Muhammadiyah. "5Dalam forum ini kita juga akan merumuskan kode etik dalam berinteraksi menggunakan medsos dan sistem pengembangan jaringan yang sudah dimiliki Muhammadiyah," ujar Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si, Ketua MPI PP Muhammadiyah.

 

Hingga Januari 2017, tercatat sebanyak 106 juta orang pengguna medsos di Indonesia. Dari data itu, hampir separoh rakyat Indonesia kini telah memanfaatkan medsos sebagai sarana komunikasi.

 

Muhammadiyah yang berdiri sejak lebih dari satu abad yang lalu, tampaknya tidak bisa menghindar dari implikasi dan impact dari munculnya media sosial. Untuk itu, Muhammadiyah juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Contohnya saja pada kasus yang menimpa Menteri Pendidikan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MPA. Begitu banyak medsos yang menyerang beliau mengenai kebijakan yang ditetapkan.

 

Menurut Dadang Kahmad, Muhammadiyah seharusnya juga mampu untuk memanfaatkan medsos sebagai alat untuk membantu beliau dengan membentuk kontra opini.

 

Melalui forum itu, juga akan dirumuskan program dan strategi dakwah di dunia maya oleh Muhammadiyah. Ini berkaca pada banyaknya berita-berita yang mengarahkan pada informasi palsu (hoax). Di mana berita itu kadang dapat membuat dan mengarahkan pengguna medsos pada opini yang mengadu domba.

 

Untuk menghindari hal tersebut, Muhammadiyah perlu memberikan aturan dalam berdakwah melalui medsos. Salah satunya adalah menggunakan surat An-Nuur ayat 1 - 10. "Pada ayat tersebut menyerukan agar kita harus melakukan tabayyun ketika mendapati berita-berita yang meragukan," papar Dadang.

 

Dalam acara itu dibentuk pula cyber army untuk netizen Muhammadiyah. Pembentukan cyber army ini untuk mendukung Muhammadiyah melakukan tabayyun. Bukan untuk balik menyerang dengan berita negatif maupun kasar. "Jadi yang kita lakukan adalah membuat sebuah counter opinion agar netizen bisa memilah sendiri kebenaran yang ada," tandas Dadang.

 

Disampaikan Ketua MPI PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT, pada pertemuan itu juga diselenggarakan agenda Kopdarnas Jarimu atau Kopi Darat Nasional Jaringan Radio Muhammadiyah. (affan)

 

Berita Terkait