Sat,23 September 2017


Warga Ancol Tasikmalaya Kembali Demo Pelaksanaan Bendungan Leuwi keris

Indofakta 2017-08-19 07:07:53 Hukum / Kriminal
Warga Ancol Tasikmalaya Kembali Demo Pelaksanaan Bendungan Leuwi keris
TASIKMALAYA - Ratusan warga Kampung Ancol, Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengamuk dilokasi proyek pembangunan bendungan lewikeris. Selain mengelas pintu masuk, masa yang emosi juga nyaris menghakimi manager teknik proyek.

Ratusan warga Desa Ancol, Cineam, Tasikmalaya Jawa Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa,jumat (18/08/2017) siang. Mereka mendatangi lokasi proyek bendungan leuwi keris dengan membawa berbagai macam foster.

Emosi masa sempat terpancing saat seorang pelaksana proyek mendatangi kerumunan. Selain sempat terlibat adu mulut, masa juga berusaha menghakimi pelaksana proyek. Beruntung anggota polisi berpakaian preman mampu meredam emosi masa.

Tidak sampai disini masa yang geram juga sengaja menyegel pintu masuk proyek dengan cara dilas. Rantai besi dililit pipa besi kemudian di las listrik secara paten agar tidak bisa dibuka.

Masa menuduh telah terjadi penggelapan dana masyarakar dalam ganti rugi pembebasan lahan bendungan lewikeris ini.

Menurut Kordinator Aksi,Evi Hilman mengatakan,”saya yakin penggelapan kalau tidak ada apa- apa cepat keluarin. Kami tidak sulii kami terima berapa juga harganya ujar Evi saat di tanya sejumlah wartawan di lokasi proyek.

Masih kata Evi, mereka tidak transfaran waktu penentuan tidak ada nego. hanya penekanan saja harga sekian sekian lebih.

Lanjut Evi, ini kita  segel sampai tuntutan kami dipenuhi ke PP saya tanyakan kalau ini memang pelaksana jelasnya.

Akibat aksi ini, proses pekerjaan proyek sempat terganggu. pekerja yang ketakutan memilih berdiam diri tanpa melakukan aktifitas. Sementara truk pengangkut material pasir dan batu tertahan diluar proyek.

Pihak pengelola proyek mengaku aksi unjuk rasa ini salah sasaran. Mereka hanya melaksanakan pembangunan tidak mengurus pembebasan lahan.

Seperti yang di ungakapkan Aldi Febrianto, manager teknik pengerjaan proyek.
saya sebagai penyedia jasa kita, dikontrak lahannya sudah diselesaikan oleh BBWS masalah harga kita gak tahu kita tidak tahu menahu itu diluar wewenang kami. ini hanya kontrak mengerjakan paparnya.

Hingga jumat petang masa masih bertahan dilokasi diproyek. Mereka tidak akan membuka segel sebelum tuntutanya dipenuhi. masa meminta agar apresal atau penilai harga tanah menunjukan dokument resmi jua beli tanah. selama ini mereka mendapat ganti rugi hanya 61 ribu jauh dibanding warga ciamis yang menerima 151 ribu permeter persegi.(Andri)

 

 

Berita Terkait