Sat,18 November 2017


KPK TUNTUT MANTAN WALIKOTA CIMAHI 12 TAHUN PENJARA

Indofakta 2017-08-16 18:26:52 Hukum / Kriminal
KPK TUNTUT MANTAN WALIKOTA CIMAHI 12 TAHUN PENJARA

BANDUNG - Dua mantan Walikota Cimahi, Itoch Tohija dan Atty Suharty  dituntut masing-masing selama 8 tahun pidana penjara. Selain itu keduanya dijatuhi pidana denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan.

Tuntutan tesebut dikemukakan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (PU KPK) (16/8/2017). Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Sri Mumpuni, SH, PU KPK menyatakan bahwa,  Wali Kota Cimahi non aktif, Atty Suharti Tochija bersama suaminya, M. Itoch Tochija terbukti menerima suap dari Dhani Brata dan Hendriza Soleh Gunadi untuk ijon proyek pembangunan tahap II Pasar Atas Baru Cimahi. Keduanya menerima suap Rp500 juta dari dua pengusaha yang juga sudah jadi terpidana atas perkara ini. Adapun, Atty dan suaminya itu dijanjikan Rp 6 miliar oleh kedua pengusaha jika berhasil memuluskan proyek senilai Rp57 miliar yang diketahui baru akan dibangun 2017. Perkara yang merupakan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis 1 Desember 2016 malam itu berhasil menjadikan 4 orang terdakwa itu dikenakan Pasal dan jumlah tuntutan yang berbeda. Atty dan Itoch sebagai penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sementara itu, Triswara Brata dan Hendriza Soleh Gunadi selaku pemberi suap disangka dengan Pasal 5 ayat (1)UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana yang telah dijatuhi hukuman 2 tahun dan 2,5 tahun pidana penjara. Majelis Hakim memberi waktu kepada kedua terdakwa dan Penasehat hukumnya selama 1 minggu untuk menyampaikan Nota Pembelaannya. ( Y CHS).

Berita Terkait