Sun,19 November 2017


Ribuan Pelajar dan Santri di Tasikmalaya Unjuk Rasa Tolak Sekolah Lima Hari

Indofakta 2017-08-15 21:19:47 Edukasi
Ribuan Pelajar dan Santri di Tasikmalaya Unjuk Rasa Tolak Sekolah Lima Hari

TASIKMALAYA - Ribuan santri dan pelajar dari pondok pesantren dan badan otonom Nahdatul Ulama Se Kabupaten Tasikmalaya,selasa(15/08/2017) siang berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tasikmalaya.

Mereka meminta pemerintah membatalkan rencana penambahan jam belajar sekolah atau full day school yang dinilai akan mengikis dan mematikan eksistensi madrasah diniyah yang ada di daerah.

Gelombang penolakan terhadap permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang hari sekolah dan full day school terus disuarakan oleh Nahdlatul Ulama  di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Tasikmalaya.

Selasa siang,ribuan santri dan pelajar Nahdatul Ulama dari berbagai pondok pesantren,serta badan otonom NU Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi damai dengan melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Tasikmalaya,untuk menyuarakan penolakan  kebijakan pemerintah tentang full day school.

Dengan membawa poster berisi penolakan Full Day School,masa aksi juga berorasi  mendesak presiden Joko Widodo agar  mencabut dan membatalkan permendikbud nomor 23 tahun 2017 ,karena kebijakan pemerintah tersebut dinilai akan mengikis dan mematikan eksistensi madrasah diniyah yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

Para santri dan pelajar ini bahkan diliburkan dari kegiatan belajar di sekolah untuk mengikuti aksi penolakan Full Day School Ini.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya H Kundang Sodikin Mengatakan,”intinya saya juga dari pemerintahan sepakat bahwa full day di kabupaten tasikmalaya tidak akan mungkin di lakasanakan di tasikmalaya school di cabut karena di Kabupaten Tasikmalaya salasatu sarat untuk masuk sekolah harus memiliki ijzah Madrasah Dinyiah ujarnya.

Sementara itu Ustad Iwan juga mengungkapakan,”ini dalam rangka tolak kebijakan mentri dalam memberlakukan full day shcool makan kalo di berlakukan serentak maka ini akan membunuh keberadan madarasah dinyah di Kota Tasikmalaya initinya tambah ustad Iwan kami tidak setuju dengan kebijakan tersebut jelasnya.

Sementara itu pemerintah Kabupaten Tasikmalaya baru berencana akan menerapkan penambahan jam belajar sekolah untuk tingkat SMP saja,namun kebijakan pemerintah daerah tersebut masih dalam kajian.

Jika pemerintah tetap menerapkan kebijakan  penambahan jam belajar sekolah  atau full day  school, para santri dan warga Nahdatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya ini mengancam akan melakukan aksi penolakan dengan masa yang lebih banyak. (Andri)

 

Berita Terkait