Thu,23 November 2017


FKIK UMY Penyuluhan Diabetes di Jatimas Gamping Sleman

Indofakta 2017-08-11 16:50:22 Kesehatan
FKIK UMY Penyuluhan Diabetes di Jatimas Gamping Sleman

SLEMAN - Pentingnya menjaga kesehatan bagi masyarakat adalah hal mutlak. Karena dengan menjaga tingkat kesehatan, aktifitas masyarakat tidak terganggu dan dapat terus produktif.

Berawal dari kepedulian itu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Diabetic Self Management Education” pada Jum’at (11/7) di kampung Jatimas, Gamping, Sleman, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari FKIK UMY.

Kegiatan yang diikuti 30 orang itu, bertujuan untuk menambah pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat Jatimas terhadap penyakit diabetes. 

Dikatakan Dra. Yoni Astuti, M.Kes, PhD, ketua tim pengabdian masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit diabetes ini masyarakat sangat berperan. Masyarakat perlu berkontribusi terhadap pengelolaan penyakit diabetes, baik dengan melakukan pencegahan maupun mengetahui dampak dari penyakit diabetes itu sendiri.

Pelatihan yang dilaksanakan secara rutin, juga melakukan edukasi dan memberikan pengawasan secara rutin. "Masyarakat harus peduli terhadap penyakit diabetes ini, baik kesadaran dari diri sendiri maupun melalui konsultasi kepada dokter," kata Yoni Astuti.

Hasil pelatihan ini akan diuat menjadi buku panduan tentang penyakit diabetes secara komprehensif. Sehingga masyarakat akan lebih memahami tentang penyakit diabetes dan diharapkan menjadi sumber informasi baik untuk keluarga maupun orang lain.

Sementara itu, Dr. Iman Permana, PhD, menuturkan, penyakit diabetes harus dicegah mulai dari kesadaran sendiri dan proaktif dalam melakukan konsultasi. "Jika sudah terkena penyakit diabetes akan berpengaruh terhadap rusaknya organ tubuh seperti frankeas, ginjal, sistem imun atau kekebalan tubuh, saraf, dan arteriosklerosis atau pembuluh darah," tandas Iman Permana.

Menurut Iman, jika sampai terjadi komplikasi akan berpangaruh juga terhadap organ tubuh lainnya seperti otak, pendengaran dan penglihatan.

Paling bahaya adalah jika kadar gula dalam tubuh kita menurun karena hal itu akan berdampak pada mual, muntah, bahkan sampai pingsan. "Yang perlu diperhatikan juga adalah jika gula darah naik, hal ini akan semakin berdampak pada kondisi daya tahan tubuh seperti penderita mudah sekali merasa lelah, lemah, dan mengantuk saat melakukan aktivitas sehari-hari," papar Iman Permana.

Iman menambahkan, ada dua tipe penderita diabetes. Pertama karena keturunan dan kerusakan pada pankreasnya dialami sejak lahir. Sehingga hal ini mengharuskan penderitanya untuk melakukan pengobatan dari awal. Dan penderita ini juga bukan disebabkan dari pola hidup yang kurang baik.

Kedua, semakin meningkatnya umur seseorang, maka akan semakin terindikasi penyakit diabetes terutama pada umur di atas 40 tahun dan 80 persen diakibatkan lemak tinggi yang akan menghambat masuknya Insulin. "Maka kita harus memperhintungkan keseimbangan daya tahun tubuh seperti mengontrol glukosa maupun kadar gula yang masuk pada tubuh kita,” tandas Iman. (Affan)

Berita Terkait