Fri,24 November 2017


Pendidikan Fisika S1 UAD Yogyakarta Raih Akreditasi A

Indofakta 2017-08-11 13:20:19 Edukasi
Pendidikan Fisika S1 UAD Yogyakarta Raih Akreditasi A

YOGYAKARTA -- Setelah 32 tahun menunggu dan melalui perjuangan panjang sejak April 2017 dalam menyiapkan proses akreditasi, pada 1 Agustus 2017 Program Studi Pendidikan Fisika (Pefis) S1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dinyatakan sebagai program studi dengan kategori unggul dengan akreditasi A, yang memperoleh nilai maksimal 376. Hal itu menyusul PBSI, PBI, PPKn dan BK yang sudah menerima akreditasi A.

Dengan diterimanya surat keputusan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) nomor 2482/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2017 tentang status akreditasi dan peringkat terakreditasi program studi pendidikan fisika pada program sarjana UAD Yogyakarta, Dekan FKIP, Dr Trikinasih Handayani, MSi, merasa bersyukur karena merupakan perolehan ke-9 di lingkungan PTN dan pertama bagi PTS se-Indonesia. Sedangkan untuk DIY merupakan ke-2 di lingkungan PTN dan ke-3 bagi PTS.

Menurut Trikinasih, akreditasi pelaksanaan pendidikan merupakan keharusan bagi program studi di perguruan tinggi, termasuk Prodi Pendidikan Fisika UAD Yogyakarta. "Hal itu sebagai wujud komitmen terhadap mutu pendidikan," terang Trikinasih Handayani di ruang laboratorium teknologi pendidikan sains, Kampus 3 UAD, Jl Prof Dr Soepomo, SH, Warungboto, Yogyakarta, Jum'at (11/8).

Didampingi Dian Artha Kusumaningtyas, SPd, MPd.Si (Kaprodi Pendidikan Fisika), dosen senior Drs Ishafit, MSi dan Eko Nursulistiyo, MPd (Kepala LPTS), Trikinasih, mengatakan, proses asesmen lapangan telah dilakukan tim BAN-PT pada tanggal 22-24 April 2017 lalu. "Selamat untuk hasil yang maksimal ini dan semoga membawa dunia pendidikan Indonesia semakin berkemajuan," tandas Trikinasih Handayani yang menambahkan Pendidikan Fisika UAD yang didukung 15 dosen dan 7 di antaranya bergelar doktor dan 6 orang Lektor  d kepala atau jabatan fungsional, juga menginisiasi KKN internasional ke Kamboja, Philipina dan Thailand.

Ke depan, Pefis S1 UAD Yogyakarta yang unggul dalam teknologi pembelajaran fisika, berwawasan global dan dijiwai nilai-nilai Islam, turut berkiprah dalam memajukan dunia pendidikan fisika di Indonesia. Makanya, sekarang sudah dipercaya Kemenristek Dikti RI untuk membuka pendidikan profesi guru di bidang pendidikan sains. "Karena guru profesional harus diperoleh melalui pendidikan profesi guru untuk bidang ilmu khusus sesudah sarjana," papar Trikinasih lagi.

Bagi Dian Artha Kusumaningtyas, Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UAD Yogyakarta, capaian itu adalah hasil kerja keras dan kerjasama seluruh civitas akademik prodi pendidikan fisika FKIP dan Rektorat UAD Yogyakarta. "Juga didukung semua pihak," tandas Dian Artha.

Adanya KKN internasional, seminar quantum, festival fisika, dan perlombaan roket air serta pengabdian kepada masyarakat, Prodi Pendidikan Fisika S1 UAD akan terus berupaya bersinergi dengan berbagai pihak. "Juga akan terus menjaga keunggulan prodi, bahkan meningkatkan prestasi mahasiswa dan kreatifitas program unggulan lainnya," kata Dian Artha.

Dalam rangka mendukung berlakunya UU No. 14/2005 tentang guru dan dosen, FKIP UAD Yogyakarta saat ini sedang mengusulkan pengajuan pembukaan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) reguler-mandiri kepada Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi. "Seharusnya setiap guru baru merupakan lulusan PPG sehingga memiliki sertifikat pendidik," kata Trikinasih Handayani.

Melalui Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta Ditjen Guru dan Kemahasiswaan, sejak 2016 UAD Yogyakarta sudah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) sub rayon 419 yang diikuti 359 guru dalam jabatan se-Indonesia dari 52 kabupaten/kota, yang pembelajarannya online lewat jaringan (daring), khususnya farmasi, PGSD dan PGPAUD. (Affan)

Berita Terkait