Sat,23 September 2017


DIDUGA MONOPOLI PENGADAAN BUKU DI KBB, PENERBIT PT. BIN DAN LENTERA ABADI BUNGKAM

Indofakta 2017-08-10 17:02:27 Hukum / Kriminal
DIDUGA MONOPOLI PENGADAAN BUKU DI KBB, PENERBIT PT. BIN DAN LENTERA ABADI BUNGKAM

BANDUNG - 2 (dua) penerbit buku yaitu PT. Borobudur Inspira Nusantara (PT. BIN) dan PT. Lentera Abadi diduga keras melakukan praktek monopoli pengadaan buku pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (Disdik KBB). Mereka bekerjasama dengan pihak pengusaha dan Disdik KBB untuk mengarahkan semua kegiatan pengadaan buku dan ensiklopedia agar dimenangkan oleh kedua penerbit itu dengan membagi keuntungan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Lsm Monitoring Community kepada indofakta online (10 dan 5/8/2017). Menurut Ketua Analisa Kajian Hukum  Lsm tersebut,  "Khusus untuk pengadaan ensiklopedia diduga seluruh paket Buku tersebut di monopoli oleh 1 penerbit dan afiliasinya. Sebagai Contoh Buku ensiklopedia pramuka diduga cuma 1 (satu) penerbit yaitu PT. BIN dan ini sangat bertentangan dengan Perpres Nomor. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang Jasa. Khususnya Pasal 107 dimana dalam pasal tersebut jelas disebutkan :  Tujuan dari pengadaan adalah meningkatkan transparansi dan akuntantabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan yang sehat, mempebaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit, memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time. 

 

Sedangkan untuk Pengadaan Buku di luar ensiklopedia dimonopoli oleh penerbit PT. Lentera Abadi yang pola dan sepak terjangnya sama dengan PT. BIN. Ini sungguh Sangat ironi yang sejatinya Anggaran berfungsi untuk stimulus ekonomi lokal malah sebaliknya hanya untuk kepentingan segelintir pihak dan sebuah kejanggalan. Jika 1 pagu kegiatan Buku hanya di isi 1 atau 2 penerbit sedangkan jumlah penerbit yang terdaftar di IKAPI sebanyak lebih kurang 700 an penerbit sungguh ironi dan paradoks. 

 

Mengenai hal tersebut, saat dikonfirmasi baik secara tertulis maupun melalui kontak person (7, 9 dan 10/8/2017), Direktur PT. BIN, Budi belum memberi jawaban. Demikian juga dengan Direktur PT. Lentera Abadi,  Heri Subroto. Keduanya seakan bungkam tanpa alasan. 

 

Demikian juga saat dikonfirmasi melalui nomor kontak personnya (10/8/2017), Plt. Kadisdik Kabupaten Bandung Barat, Drs. Imam Santoso Mulyo, M. Pd tidak mengangkatnya. Sebelumnya (3/8/2017), kepada indofakta online Imam mengatakan, "Gantung saya, saya siap dilaporkan kalau memang bapak bisa membuktikan ada fee 10% kami terima (terkait pengadaan buku ensiklopedi, red). Tanyakan ke sumber bapak, kepada siapa memberikan fee 10 % itu biar jelas, jangan jadi fitnah," tantangnya. Imam juga mengatakan bahwa pengadaan buku tersebut sudah diatur sesuai mekanismenya. Siapapun boleh mengikuti proses lelangnya. (Y CHS).

Berita Terkait